Kamis 24 Oktober 2019, 17:06 WIB

Lester Prosper Ingin Memajukan Kultur Bola Basket di Indonesia

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Lester Prosper Ingin Memajukan Kultur Bola Basket di Indonesia

MI/YAKUB
Calon pebasket naturalisasi asal AS, Lester Prosper

CALON pebasket naturalisasi asal AS, Lester Prosper, punya harapan besar setelah mendapatkan kesempatan untuk membela timnas basket Indonesia.

Pebasket berusia 31 tahun itu diproyeksi sang pelatih Rajko Toroman untuk mengisi satu slot pemain naturalisasi yang ditinggalkan Denzel Bowles karena dicoret dan dikembalikan ke negara asalnya.

Menurut manajer timnas basket Indonesia, Fareza Tamrella, mengatakan bahwa proses administrasi pembuatan paspor Indonesia untuknya baru akan diproses pada Senin (28/10).

Meski begitu, pebasket berposisi center ini mengaku akan membuat timnas basket Indonesia bisa lebih baik, dan berkembang di masa mendatang. 

“Saya tak ingin menjanjikan apa pun, tapi saya dan tim akan selalu berusaha sebaik mungkin di setiap pertandingan dan mempresentasikan Indonesia. Itulah yang harus kami lakukan,” ujar eks pemain asal Liga Basket Filipina (PBA) bersama klub Columbian Dyipe itu.

Prosper yang diproyeksikan untuk memperkuat skuat Garuda di SEA Games 2019 dan kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 itu ingin menonjolkan atau mengembangkan kultur bola basket di Indonesia.

Menurutnya, tinggi badan pebasket Indonesia yang kalah tinggi dibanding negara lain, bukan berarti Indonesia tak memiliki apapun untuk ditonjolkan.

“Semua ada di dalam hati masing-masing dan mereka punya skil dan terus berkembang setiap harinya,” ujarnya.

“Ada pelatih dan lingkungan sekitar yang mendukungmu untuk bisa berkembang. Itulah yang paling penting,” tambahnya.

Baca juga: Meski Irving Cetak 50 Poin, Nets Tetap Kalah

Prosper melihat basket Indonesia tak bisa dibandingkan dengan Filipina. Menurutnya, Filipina lebih kental dengan bola basket karena negara tuan rumah SEA Games 2019 itu mempunyai liga yang berjalan sudah cukup lama.

“Kita harus menghormati apa yang sudah dilakukan Filipina untuk bola basket Asia Tenggara,” ujar Prosper.

Ia pun ingin Indonesia bisa memberi banyak kesempatan kepada para pemain lokal untuk berkembang dengan banyak melawan pemain-pemain impor. Dengan begitu, Indonesia bisa bersaing dengan Filipina yang terus memajukan kultur bola basket di negaranya.

Ia mencontohkan tim CLS Knight yang berhasil juara ASEAN Basketball League (ABL) 2019-2020 merupakan sebuah contoh bahwa kultur bola basket di Indonesia sudah mulai berkembang dengan baik. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More