Kamis 24 Oktober 2019, 16:23 WIB

Pemerintah Terus Kejar Target Rasio Elektrifikasi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Terus Kejar Target Rasio Elektrifikasi

Antara/Rahmad
Petugas PLN tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) mengganti isolator gardu listrik di wilayah rayon Lhokseumawe, Aceh.

 

KEMENTERIAM Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, pada 2020, rasio elektrifikasi akan menyentuh 99,9%. Per September tahun ini, rasio sudah mencapai 98,86%. Tumbuh dari capaian di 2018 yang sudah sebesar 98,3%.

Kendati sudah sangat besar, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pemerintah akan terus berupaya keras menyempurnakan rasio elektrifikasi secepatnya.

"Jangan sampai nanti terlihat angka rasio besar tetapi di lapangan masih ada yang belum terlistriki," ujar Rida di kantornya, Jakarta.

Sebagian besar lokasi yang belum tersentuh listrik saat ini adalah yang terletak di pulau-pulau kecil dan area terpencil.Dengan kondisi geografis seperti itu, pemerintah pasti akan sulit menyediakan jaringan ke lokasi-lokasi tersebut.

Solusinya, Kementerian ESDM mulai menggunakan skema pra elektrifikasi atau energi tenaga surya. Melalui skema itu, tanpa jaringan, lokasi-lokasi terpencil tetap bisa menikmati listrik walau masih secara terbatas.

Selain ketersediaan listrik, satu hal yang jadi persoalan ialah terkait kemampuan masyarakat dalam mengakses listrik. Sekalipun listrik tersedia, kalau masyarakat tidak mampu membeli listrik, mereka tidak akan teraliri listrik.

Maka dari itu, pemerintah berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan listrik.

"Subsidi akan kami berikan secara konsisten. Hanya saja, itu akan dilaksanakan secara tepat sasaran. Rumah tangga mampu, termasuk golongan 900 va akan dicharge mengikuti tariff adjusment," jelasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More