Kamis 24 Oktober 2019, 15:10 WIB

Jakarta Fashion Week Usung Kesadaran Lingkungan

Suryani Wandari | Weekend
Jakarta Fashion Week Usung Kesadaran Lingkungan

Antara
Peragaan koleksi Oscar Lawalata di Jakarta Fashion Week 2020, Selasa (22/10)

BERBAGAI pemberitaan telah menunjukkan dampak lingkungan dari industri fesyen. Mulai dari limbah zat pewarna, zat pemutih, zat pencuci, hingga borosnya sumber daya energi akibat gaya hidup konsumtif yang kerap dipromosikan industri fesyen.

Tidak heran, banyak gerakan lingkungan yang mendesak untuk kesadaran lingkungan dari para pelaku fesyen. Hal ini pula yang tampak ditangkap oleh penyelenggara Jakarta Fashion Week 2020.

Ajang mode tahunan terbesar di Indonesia itu mengangkat tema Sustainable Fashion atau fesyen yang berkelanjutan/lestari untuk penyelenggaraan tahun ini. Direktur JFW Lenni Tedja, mengungkapkan bahwa dalam ajang yang berlangsung 22 - 28 Oktober tersebut, tema Sustainable Fashion diterjemahkan beragam oleh 270 label yang ambil bagian. Tema itu dipadukan pula dengan prediksi mode yang akan terjadi tahun depan.

Salah satu desainer yang ikut menonjolkan tema itu adalah Oscar Lawalata. Lewat peragaan bertajuk Aku dan Kain, Oscar yang memang telah lama fokus mengangkat kain tradisional, mengartikan fesyen lestari sebagai fesyen yang menggunakan kain-kain lawas.

"Saya ingin mengajak anak muda untuk senang berpakaian dari kain tradisional," kata Oscar yang menggelar show Selasa (22/10). Untuk koleksi tersebut, Oscar mengungkapkan jika kain-kainnya adalah hasil koleksi selama 20 tahun berkarir sebagai desainer.

Pada hari berbeda, label-label yang tergabung dalam peragaan bersama marketplace Tinkerlust mengusung koleksi yang mendaurulang atau menggunakan lagi barang-barang bekas yang berkualitas baik. Beragam cara untuk memperpanjang usia produk fesyen ini diharapkan dapat mengurangi dampak buruk fesyen pada lingkungan. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More