Kamis 24 Oktober 2019, 13:45 WIB

PDIP Apresiasi Relawan Jokowi

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
PDIP Apresiasi Relawan Jokowi

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Simpatisan Presiden Joko Widodo menunjukan poster-poster saat mengikuti aksi Kami Bersama Jokowi di halaman gedung Sarinah

 

SEKRETARIS Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi kinerja relawan Jokowi pada pilpres 2019, khususnya Pro Jokowi (Projo). Kehadiran relawan sangat baik dalam kontestasi pesta demokrasi dan tidak ada masalah ketika sudah memutuskan membubarkan diri.

"Sekiranya relawan membubarkan diri tentu kami memberikan apresiasi atas seluruh kerja dari Projo. Itu keputusan yang tidak bisa kami campur tangan dari hal tersebut," paparnya saat menemani putra sulung Presiden Jokowi menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediamannya, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (24/10).

Menurut Hasto, kehadiran relawan dalam konstruksi pesta demokrasi bertujuan menyukseskan pasangan calon tertentu. Maka tugasnya sudah selesai ketika Jokowi sudah dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024.

Baca juga: Presiden Harus Selektif Belanja Infrastruktur di Periode Kedua

"Kan semangatnya dan kesadaran untuk membantu Jokowi. Ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden terpilih dan puncaknya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di MPR kemudian membentuk kabinet," katanya.

Ia mengatakan kehadiran relawan menjadi bagian penting dalam pesta demokrasi dan masuk dalam catatan sejarah kepemiluan Indonesia. Pasalnya gerakan relawan sangat masif dalam mensukseskan Jokowi pada Pilpres 2019.

"Mereka bergerak menggarap segmen khusus ada yang bergerak di sosmed, ada pergerakan door to door, seluruh relawan sangat penting di dalam kemenangan. PDIP juga berdialog dengan relawan, ada relawan yang terus memantapkan organisasinya di dalam jalur kemasyarakatan, ada juga yang membubarkan diri, itu suatu hal biasa," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More