Kamis 24 Oktober 2019, 11:45 WIB

Tidak Masuk Kabinet, Perindo Hormati Keputusan Jokowi

Arga Sumantri | Politik dan Hukum
Tidak Masuk Kabinet, Perindo Hormati Keputusan Jokowi

MI/ROMMY PUJIANTO
Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq

 

PARTAI Perindo menghormati keputusan Presiden Joko Widodo soal komposisi kabinet kendati Perindo tidak dilirik masuk Kabinet Indonesia Maju.

"Kita menghormati pilihan presiden. Pasti semua sudah dihitung secara matang," kata Sekjen Perindo Ahmad Rifiq saat dihubungi, Kamis (24/10).

Rofiq mengatakan, sebagai anggota koalisi, Perindo memang berharap bisa mendapat kursi menteri. Namun, Perindo meyakini Jokowi punya kalkulasi tersendiri dalam menyusun kabinetnya. Rofiq yakin Presiden Jokowi menginginkan koalisi semakin matang dan kuat.

"Perindo akan terus membantu presiden sesuai dengan kapasitasnya," ujarnya.

Rofiq menilai susunan kabinet Indonesia Maju telah memenuhi janji yang disampaikan Jokowi, yakni 55% dari profesional murni dan 45% dari unsur partai. Komposisi ini disebut bagian dari konsistensi Jokowi dalam menyusun kabinet.

Baca juga: Para Menteri Tiba di Istana Jelang Sidang Kabinet

Bagi Rofiq, susunan kabinet yang ada menjadi harapan baru.

"Perpaduan profesional dan politikus akan menjadi the winning team yang siap menjalankan visi misi presiden dalam membangun bangsa ini ke depan," ujarnya

Rofiq meyakini Jokowi bakal terus mengevaluasi kinerja menteri. Mereka yang bekerja lambat atau tidak kreatif lambat laun bakal tersisih.

"Hal inilah yang akan membuat mesin birokrasi akan bekerja jauh lebih keras dan mengejar banyak ketertinggalan selama ini," tegasnya.

Perindo merupakan salah satu partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin yang tidak dilirik masuk Kabinet Indonesia Maju. Selain Perindo, partai pengusung nonparlemen lainnya seperti Hanura, PSI, dan PKPI juga tidak punya perwakilan di kabinet. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More