Kamis 24 Oktober 2019, 07:30 WIB

BTPN Klaim Platform Jenius Tumbuh 148% di Kuartal III 2019

Faustinus Nua | Ekonomi
BTPN Klaim Platform Jenius Tumbuh 148% di Kuartal III 2019

ANTARA/Didik Suhartono
Digital Banking Value Proposition and Product Head PT BTPN Tbk Irwan Sutjipto Tisnabudi menjelaskan tentang Jenius

 

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) mengklaim berhasil mencapai lebih dari 2 juta nasabah platform digitalnya Jenius hingga akhir September 2019. Hal itu menunjukan adanya pertumbuhan yang signifikan sebesar 148% dari periode yang sama tahun lalu.

"Bank BTPN konsisten mengembangkan Jenius sebagai platform untuk melayani segmen nasabah yang lebih luas sekaligus memenuhi kebutuhan para pelaku ekonomi digital," kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana dalam keterangan pers, Kamis (24/10).

Dijelaskannya lebih lanjut, tahun ini, Jenius telah menghadirkan berbagai fitur unik untuk mengelola life finance penggunanya.

Fitur-fitur baru tersebut seperti Jenius Keyboard yang memungkinkan akses Jenius lebih mudah dan cepat melalui keyboard smartphone; saldo mata uang asing dengan pilihan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD), Singapura (SGD), Yen Jepang (JPY), dan Pound sterling Inggris (GBP).

Baca juga: Danamon Bukukan Laba Bersih Rp2,6 T

Selain itu ada pula Flexi Cash, yaitu pinjaman dana siaga yang bisa ditarik kapan saja sesuai kebutuhan pengguna.

Dia juga menambahkan bahwa sebagai pionir di bank digital, Jenius akan terus berinovasi. Jenius akan menghadirkan fitur-fitur baru yang unik dan relevan dengan kebutuhan nasabah.

"Konsistensi ini akan kami jaga karena kami percaya platform ini bakal memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis ritel Bank BTPN di masa depan,” tuturnya.

BTPN resmi mendapatkan izin penggabungan usaha alias merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) dari Japan Financial Sector Authority (JFSA) pada 18 Januari 2019.

Izin dari otoritas Jepang tersebut melengkapi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah diterima pada 19 Desember 2018.

Melalui merger tersebut, kini SMBC menguasai 96,89% saham BTPN. Sisanya, Bank BCA 1,03% dan publik 2,08%.

Sampai akhir September 2019, aset Bank BTPN tumbuh 86% menjadi Rp182,2 triliun YoY (year on year). Kreditnya mencapai Rp140,6 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) Rp98,3 triliun. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More