Kamis 24 Oktober 2019, 00:28 WIB

Mitsubishi Kenalkan SUV Elektrik Mungil Mi-Tech Concept di TMS

Nurtjahyadi | Otomotif
Mitsubishi Kenalkan SUV Elektrik Mungil Mi-Tech Concept di TMS

Dok. Mitsubishi
Mitsubishi Mi-tech Concept

MITSUBISHI Motors Corporation (MMC) meluncurkan sebuah konsep SUV elektrifikasi berukuran kecil MI-Tech Concept dan mobil imut (Kei car) Super Height K-Wagon Concept pada Rabu (23/10) di Tokyo Motor Show (TMS) 2019.

Mi-tech Concept hadir dalam format kendaraan pantai (buggy) dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Dibekali penggerak 4WD menggunakan empat motor listrik, sistem asisten pengemudi dan teknologi preventif canggih yang dikemas dalam SUV listrik berukuran kecil.

Berkiblat pada konsep 'Stimulated the driver's adventure' Mi-Tech Concept dirancang menjadi sebuah buggy dinamis yang mengusung semua hal yang menjadi ciri khas Mitsubishi.

Hadir dengan konsep desain baru MMC Dynamic Shield dipadu lampu depan berbentuk Y tertanam di ujung depan. Sedangkan di bumper depan bagian bawah terdapat sepasang skid plate aluminium untuk melindungi bagian bodi.

Bagian sisi didominasi oleh dua buah fender berukuran besar yang menaungi ban berdiameter besar. Bagian kabin yang telanjang tanpa pintu dan atap semakin menambah kesan sensual pada kendaraan konsep tersebut.

Baca juga : Mitsubishi Sumbang Pajero Sport untuk BLK Samarinda

Bagian buritan didominasi oleh sudut-sudut tegas minimalis dan simpel yang menghadirkan kesan 'keras' dan 'tangguh' dipadu sepasang lampu berbentuk T berteknologi LED yang menyiratkan aura masa depan.

Bagian interior dirancang dengan memadukan unsur klasik yang unik serta unsur futuristis. Tema horisontal lebih ditekankan oleh garis-garis tembaga yang ditambahkan pada panel instrumen dan roda kemudi.

Saklar berbentuk keyboard diposisikan di atas konsol tengah dan pegangan depan juga berfungsi sebagai bantalan tangan untuk membuat sakelar mudah dioperasikan. Seluruhnya dirancang sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan dioperasikan.

Bagian kaca depan berfungsi juga sebagai layar displai yang menampilkan seluruh informasi termasuk kondisi mobil, pengenalan medan dan panduan rute dalam bentuk grafis.

Sebagai PHEV kendaraan ini tidak dibekali mesin bensin konvensional, melainkan mesin turbin gas yang ringan sebagai generator. Sistem pembangkit ini diyakini lebih ramah lingkungan serta output yang besar. Keunggulan mesin ini mampu mengonsumsi berbagai pilihan bahan bakar mulai dari solar, minyak tanah, hingga alkohol.

Yang membuatnya menjadi 'sangat Mitsubishi' adalah sistem S-AWC Integrated Vehicle Dynamic Control System ke sistem Quad Motor 4WD. Masih ditambah lagi dengan Dual-Motir Active Yaw Control (AYC). Alhasil mampu meningkatkan traksi dan kemampuan berbelok.

Sistem penyaluran daya juga dapat menyeleksi seberapa besar dan kuat putaran roda yang ideal ke masing-masing roda secara individual sesuai dengan kondisi medan dan pengemudian. Sistem kemudinya juga memungkinkan kendaraan melakukan putaran 180 derajat dengan counter-rotating ban kiri dan kanan.

Baca juga : Mitsubishi Tarik 1.747 Unit Triton di Indonesia

Kendaraan ini dilengkapi fitur asisten pengemudi tingkat lanjut dan teknologi keselamatan preventif dengan Human Machine Interface (HMI) yang menampilkan berbagai informasi yang terdeteksi melalui teknologi penginderaan termasuk sensor optik canggih pada kaca Augmented Reality (AR).

Kaca depan dapat menampilkan informasi konsisi kendaraan, jalan, dan kondisi lalu lintas di sekitarnya sehigga pengemudi dapat membuat keputusan yang akurat dan cept sekalipun dalam visibilitas yang buruk.

Dilengkapi juga dengan MI-PILOT, teknologi bantuan pengemudi generasi baru, mobil konsep ini memperluas dukungan pengemudi tidak hanya di jalan raya dan jalan biasa, tetapi juga di jalan yang tidak beraspal.

CEO MMC Takao Kato mengatakan, pihaknya berdedikasi untuk teknologi elektrifikasi, khususnya plug-in hybrids (PHEVs).

“Kami akan memperluas jajaran kendaraan listrik kami dengan memberikan lebih banyak variasi dan memanfaatkan beragam teknologi elektrifikasi dalam aliansi untuk menjadikan MMC pemimpin dalam kategori PHEV di masa mendatang.” kata kato dalam keterangan tertulisnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More