Rabu 23 Oktober 2019, 23:00 WIB

Uni Eropa Bersiap Tunda Brexit

Melalusa Susthira K | Internasional
Uni Eropa Bersiap Tunda Brexit

AFP
Presiden Dewan Uni Eropa (UE) Donald Tusk

 

PRESIDEN Dewan Uni Eropa (UE) Donald Tusk mengatakan bahwa ia akan merekomendasikan para pemimpin UE untuk kembali memberikan penundaan Brexit yang ketiga kalinya, dari jadwal yang awalnya ditetapkan pada 31 Oktober mendatang.

Pernyataan itu dilontarkan Tusk dalam Twitter-nya beberapa jam setelah anggota parlemen Inggris menolak upaya Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, untuk memaksakan perjanjian perceraiannya melalui House of Commons atau majelis rendah rampung pada minggu ini.

Tusk mengungkapkan, ia akan memberi saran kepada 27 pemimpin negara Uni Eropa untuk menerima permintaan penundaan Brexit, yang terpaksa diajukan Johnson setelah gagal memenangi dukungan anggota parlemen untuk Perjanjian Penarikan barunya pada Sabtu (19/10).

"Mengikuti keputusan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menghentikan sementara proses ratifikasi Perjanjian Penarikan dan untuk menghindari Brexit yang tidak ada kesepakatan, saya akan merekomendasikan EU27 menerima permintaan Inggris untuk perpanjangan," cicit Tusk, Selasa (22/10).

Sementara itu, Sekretaris Negara Prancis untuk Urusan Eropa, Amelie de Montchalin, mengatakan Paris terbuka untuk perpanjangan teknis Brexit beberapa hari, tapi menyampingkan pembukaan diskusi untuk menegosiasikan kembali kesepakatan yang telah dicapai kedua belah pihak.

 

Kemenangan perdana

Pada pemungutan suara pertama Selasa (22/10) malam, Johnson mengantongi kemenangan perdana dan signifikan ketika House of Commons memberikan dukungan sebesar 329 suara, berbanding 299 suara yang menolak, untuk menyetujui pokok undang-undang yang diperlukan untuk mengimplementasikan kesepakatan Brexit.

Johnson kemudian kembali menegaskan kehendaknya untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa sebagaimana yang dijadwalkan pada 31 Oktober. Ia juga mengatakan Inggris akan meningkatkan persiapan jika akhirnya keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan (no deal).

"Saya akan berbicara dengan negara-negara anggota UE tentang keinginan mereka, sampai kami mencapai keputusan, kami akan menunda undang-undang ini," Johnson mengatakan kepada anggota parlemen selepas pemungutan suara, Selasa (22/10).

"Izinkan saya menjelaskan, kebijakan kita tetap bahwa kita tidak boleh menunda, bahwa kita harus meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober. Itulah yang akan saya katakan ke Uni Eropa," tegas Johnson.

Ratifikasi RUU Kesepakatan Brexit sebelum 31 Oktober akan memungkinkan Johnson menghindari penundaan Brexit sebagaimana yang diamanatkan secara hukum selama tiga bulan, meskipun terbuka untuk diamendemen oleh para pemimpin UE. Dengan jadwal ratifikasi yang cepat tersebut, memunculkan keraguan sehingga penundaan Brexit tampaknya tak terelakkan. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More