Rabu 23 Oktober 2019, 19:58 WIB

Tjahjo Kumolo Sertijab Tiga Kali Sehari

Adhin Azhar  | Politik dan Hukum
Tjahjo Kumolo Sertijab Tiga Kali Sehari

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) berjabat tangan dengan pejabat lama Tjahjo Kumolo (kanan), Rabu (23/10).

 

PELAKSANA Tugas (Plt) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Tjahjo Kumolo, melakukan serah terima jabatan kepasa Yasonna Laoly yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menkumham Kabinet Indonesia Maju. 

Sertijab itu merupakan kali kedua hari ini. Sebelumnya, Tjahjo menyerahkan jabatan Menteri Dalam Negeri ke Tito Karnavian.

"Kepada Prof Laoly selamat bertugas mengemban amanah untuk bangsa dan negara yang kita cintai," ujar Tjahjo di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu (23/20).

Dia menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan selama 23 hari menggantikan Yasonna yang mundur karena terpilih menjadi anggota dewan.

Tjahjo sempat berbagi pengalaman dalam sertijab kedua ini, yakni terkait administrasi tugas sebagai menteri di dua instansi yang berbeda.

Baca juga: Menkumham Targetkan Omnibus Law Rampung Tahun ini

Politikus PDIP ini harus menandatangani berkas dua kali, yakni sebagai Mendagri dan sebagai Plt Menkumham. Sebab sebagai Mendagri dirinya harus meneken setiap undang-undang yang berkaitan dengan pelayanan umum di berbagai kementerian.

"Ditambah juga harus paraf terbanyak ada 400 lembar paraf peraturan perundangan-undangan yang ada, itu pengalaman saya," kata Tjahjo.

Lebih lanjut dia berpesan supaya Kemenkumham terus melakukan tata kelola pemerintahan yang efektif efisien. Sebab Presiden Joko Widodo ingin percepatan reformasi birokrasi dalam mempercepat pelayanan ke masyarakat.

"Sehingga menumbuhkan ekonomi dan invesatsi di berbagai daerah," kata Tjahjo.

Usai sertijab, Tjahjo akan bertandang ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi. Tjahjo diplot menjadi Menpan RB menggantikan Syafruddin. (Medcom/A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More