Rabu 23 Oktober 2019, 19:24 WIB

Komposisi Kabinet Bukti Jokowi Ingin Kerja Cepat

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Komposisi Kabinet Bukti Jokowi Ingin Kerja Cepat

MI/Ramdani
Pengambilan sumpah jabatan kabinet Indonesia Maju

 

MINIMNYA perubahan nomenklatur dalam Kabinet Indonesia Maju menunjukkan semangat presiden Joko Widodo agar menteri-menterinya bisa segera bekerja dan tak perlu beradaptasi lama dengan jajaran dan tugas di kementeriannya.

Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, hal itu terlihat juga dari dipertahankannya sejumlah menteri di jabatan lamanya.

"Saya melihat ada kebutuhan dari presiden untuk mempertahankan sejumlah menteri yang dianggap mungkin dekat dari sisi presiden atau dianggap berkinerja baik," Kata Arya kepada Media Indonesia, Rabu (23/10).

Wajah lama masih terlihat di Kabinet Indonesia Maju kali ini seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Burbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat basuki Hadimuljono, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sementara di lingkarran istana, Presiden mempertahankan Menteri Sekertariat Negara Pratikno,Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Sekertaris Kabinet Prmono Anung.

Baca juga : Tidak Duduk Di kabinet, PAN tetap Dukung Jokowi

"Presiden ingin agar adaptasi yang tidak terlalu lama. Apabila digeser pos baru butuh adaptasi yang cukup lama," Ujar Arya.

Ia menilai, komposisi kabinet juga mencerminkan titik kompromi antar partai-partai koalisi, Hal itu terlihat pada penentuan pos-pos dan posisi kementerian.

Arya melihat, menteri yang ditempatkan di pos Kabinet Indonesia Maju punya kemampuan dan pengalaman untuk mengeksekusi visi misi presiden dan wakil presiden.

Dengan komposisi saat ini koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin menguasai 72% kursi di parlemen, sehingga punya modal kuat dalam hal kebijakan.

Meski begitu, dirinya berharap kinerja Menteri saat ini jauh lebih baik, dan bisa diandalkan untuk menunjang salah satu tujuan pemerintah, yaitu reformasi birokrasi.

"Saya kira koalisi melakukan politik akomodasi yang begitu besar dari periodenya tentu ini berdampak pada pemilihan calon Menteri. Dan ukuran kinerja sebetulnya bukan dilihat dari background partai politik atau profesionalprofesional," Tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok.mediaindonesia.com

Kapolri Diminta Serius Usut Dugaan Salah Tembak di Poso

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 04 Juni 2020, 21:55 WIB
KAPOLRI Jenderal Pol Idham Aziz diminta mengusut tuntas dugaan salah tembak dua petani di Poso, Sulawesi...
MI/Susanto

Utamakan Edukasi dibanding Penegakan Hukum saat New Normal

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 04 Juni 2020, 21:09 WIB
Ketua Komnas HAM setuju TNI terlibat dalam kondisi darurat karena fasilitas lengkap dan SDM terlatih tapi tidak untuk penegakan...
MI/Kristiadi

Waduh, Boni Hargens Tiba-tiba Bicara Upaya Kudeta Pemerintahan

👤Putra Ananda 🕔Kamis 04 Juni 2020, 20:40 WIB
Boni juga menyebut bahwa kelompok yang ia sebut sebagai 'laskar pengacau negara' juga berusaha memanfaatkan potensi krisis ekonomi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya