Rabu 23 Oktober 2019, 16:31 WIB

Menpar Wishnutama Ingin Agenda Pariwisata Lebih Berkualitas

Indriyani Astuti | Humaniora
Menpar Wishnutama Ingin Agenda Pariwisata Lebih Berkualitas

ANTARA/WAHYU PUTRO A
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnuatama Kusubandio

 

PASCADILANTIK oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnuatama Kusubandio, menuturkan penggabungan Kementerian Pariwisata dengan Badan Ekonomi Kreatif diharapkan bisa lebih banyak lagi menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.
 
Menurutnya selain peleburan dua lembaga menjadi tantangan, tetapi juga menjadi peluang sebagai daya tarik menjual potensi pariwisata yang ada di Indonesia dengan lebih kreatif. Ia pun ingin agar event-event atau agenda pariwisata lebih berkualitas, tidak hanya sekadar banyak.

"Di Belgia hanya punya padang rumput tapi mereka bisa mengelolanya dan menarik. Selain promosi saya pikir kita harus mempunyai daya tarik sehingga orang ingin datang," tuturnya dalam acara serah terima jabatan Menteri Pariwisata 2014-2019 Arief Yahya dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnuatama di Balairuang Soesilo Soedarmo, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (23/10).

Ia menekankan bahwa Indonesia sudah punya banyak ajang pariwisata, tetapi jangan hanya diarahkan pada kuantitas. Dari segi kualitas juga perlu dipikirkan supaya ketika wisatawan berkunjung, mereka tertarik datang kembali. 

Baca juga: Jokowi Panggil Wishnutama dan Erick Thohir ke Istana

Diakui Wishnu, mengarahkan dan mengembangkan hal itu membutuhkan proses. Dalam waktu dekat, ia akan fokus supaya jumlah wisatawan bisa meningkat terutama di daerah destinasi yang sudah ditetapkan menjadi prioritas.

"Saya harus pelajari dulu sehingga tahu harus bagaimana. Itu harus dipikirkan tidak sekadar banyak (event) tapi kualitas harus dipikirkan pada saat orang merasakan experience dia suka dia ingin kembali lagi," paparnya.

Pesan dari presiden dalam sektor pariwisata, kata Wishnu, ialah mengelola pariwisata dengan kemampuan kreativitas, tidak hanya menjual daya tarik alam Indonesia. Melainkan dikemas lebih menarik dan kreatif. 

Oleh karena itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dilebur dengan Kementerian Pariwisata untuk saling menopang antara pariwisata dan kreativitas.

"Kreativitas bukan hanya sekadar film atau musik tapi punya dampak terhadap ekonomi secara langsung pada masyarakat. Saya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan dan meningkatkan experience yang berbeda itu yang harus kita tawarkan karena liburan merasakan sesuatu berbeda," tukasnya. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More