Rabu 23 Oktober 2019, 14:08 WIB

Terobosan Baru Cegah Demam Berdarah Tanpa Fogging

Surya Sriyanti | Nusantara
Terobosan Baru Cegah Demam Berdarah Tanpa Fogging

Antara
Memasuki musim penghujan nyamuk penyebab demam berdarah cepat berkembang biak. Dinkes Kalteng telah mengantisipasi tanpa fogging.

 

KALIMANTAN Tengah sudah memasuki musim penghujan. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya 14 kabupaten/kota yang merupakan endemik demam berdarah. Untuk mengantisipasi hal itu Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng lakukan terobosan baru dengan membuat alat perangkap nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan pihaknya tidak lagi merekomendasikan fogging karena akan membuat predator pemakan nyamuk ikut mati. Seperti juga laba-laba bisa membuat nyamuk kenal dan merusak lingkungan.

"Namun saat ini kita sudah lakukan pencegahan dengan membuat alat perangkap nyamuk dari botol bekas air mineral." Ujarnya.

Caranya sangat sederhana. Yakni botol air mineral dimodifikasi agar nyamuk bisa bertelur dan berkembang jadi larva. Namun larva tidak bisa keluar karena ditutup.

"Ini sedang kita ujicoba. Semoga dengan cara ini bisa menurunkan angka demam berdarah," tegasnya.

Upaya lain yang dilakukan pihaknya, lanjut Suyuti yakni  meminta tenaga medis untuk lebih cepat bertindak dan jangan terlambat mengambil langkah karena taruhannya nyawa.

Ia meminta tim medis dilapangan seperti puskesmas ketika melihat anak panas sudah 2 hari segera lakukan pemeriksaan darah.

baca juga: Polisi Siap Periksa 10 Saksi Terkait Kebakaran Pipa Minyak

"Kita tidak bisa lagi sekarang menduga-duga, segera lakukan  pemeriksaan laboratorium," tegasnya.

Diakuinya memang beberapa puskesmas belum ada laboratorium. Dinas Kesehatan Kalteng  mendorong pengadaan alat kesehatan dan tenaga laboratorium di puskesmas. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More