Rabu 23 Oktober 2019, 12:56 WIB

Ini Alasan Jokowi Beri Nama Kabinetnya Indonesia Maju

Ini Alasan Jokowi Beri Nama Kabinetnya Indonesia Maju

MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin foto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik.

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memberikan nama kabinet baru untuk periode 2019-2024 yaitu Kabinet Indonesia Maju karena akan diarahkan pada tujuan Indonesia yang lebih maju.   

"Ini dalam lima tahun kemarin kita kan kerja, kerja, kerja. Ini arahnya lebih dikerucutkan untuk mengantarkan Indonesia maju," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah sesi foto bersama dengan seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju di tangga Istana Merdeka Jakarta, Rabu (23/10).

Presiden mengatakan para menterinya di Kabinet Indonesia Maju telah selesai dilantik dan siap bekerja.        

Ia menegaskan tidak ada target 100 hari karena Pemerintahan saat ini untuk melanjutkan dari Pemerintahan sebelumnya.    

Baca juga: Jumlah Menteri Perempuan Jokowi Berkurang

"Tidak ada target 100 hari. Kita ini melanjutkan yang sebelumnya, yang jelas kita ingin mengejar yang pertama berkaitan dengan defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, buka lapangan pekerjaan, ini kita akan lakukan dengan menarik investasi sebanyak-banyaknya, sehingga muncul peluang-peluang kerja seluas-luasnya," tutur Presiden.    

Rangkaian acara pengumuman dan pelantikan para menteri Kabinet Indonesia Maju berjalan selama hampir setengah hari dimulai sejak pukul 06.30 WIB ketika para calon menteri hadir ke Istana bersama keluarganya.        

Mereka kemudian bergiliran masuk ke dalam Istana sampai kemudian diperkenalkan oleh Presiden Jokowi di tangga Istana Merdeka satu persatu.    

Tidak lama kemudian, mereka bersiap dilantik di Istana Negara dan mengucapkan sumpah jabatan sesuai agama dan kepercayaan.    

Setelah itu, kemudian dilakukan foto bersama di tangga Istana Merdeka Jakarta. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More