Rabu 23 Oktober 2019, 12:17 WIB

TypoExpo Ketiga Pamerkan Karya Bimbingan Profesor dari Hungaria

mediaindonesia.com | Humaniora
TypoExpo Ketiga Pamerkan Karya Bimbingan Profesor dari Hungaria

Istimewa
Pameran TypoEXpo 2019 dibuka langsung oleh Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Judit Pach.

 

INSTITUT Sains dan Teknologi Pradita memiliki visi menjadi perguruan tinggi berwawasan global yang mampu mencetak lulusan berbudi pekerti luhur dan berkompetensi di bidangnya. Menjawab visi tersebut, program studi S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Desain Interior (DI) menerjemahkannya dalam sebuah rangkaian kegiatan yang bernama TypoExpo.
 
TypoExpo, yang telah menjadi kegiatan rutin per semester yang diselenggarakan kedua program studi seni di Institut Sains dan Teknologi Pradita ini, terlaksana dengan kerja sama Summarecon Mall Serpong (SMS).

Summarecon Mall Serpong (SMS).juga telah mendukung kegiatan program belajar dan mengajar kedua prodi seni Pradita Institute ini, dengan kelas jahitan antara dunia akademik dan dunia profesional khususnya retail bisnis.

Salah satu hal yang menjadi daya tarik dalam kegiatan tersebut adalah pameran internasional yang berkolaborasi dengan seniman mancanegara.

Untuk itu, kegiatan TypoExpo juga melibatkan Worldwide Graphic Designers (WGD), yang memiliki network dengan berbagai designer dan professor manca negara. Dengan kerja sama itu, kegiatan TypoExpo dirangkai dengan kegiatan workshop online, kurasi hasil karya, serta pameran internasional.

Pada kegiatan TypoExpo ketiga tahun 2019 ini dijahit dengan professor dari Hungaria; bernama Prof. Istvan Horkay, dimana pada tanggal 30 Agustus 2019 melakukan perkuliahan online pada Aula Pradita Institute, yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 27 September 2019; yaitu kurasi atau pemilihan karya terbaik hasil dari workshop.

Pameran internasional TypoExpo akan berlangsung dari 21 Oktober 2019 hingga  3 November 2019 di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten.

Karya yang dipamerkan pada pameran internasional tersebut adalah 40 masterpiece Prof. Istvan Horkay sendiri yang menjadi inspirasi dan dasar workshop. Selain itu, dipamerkan 41 hasil karya mahasiswa DKV dan 7 hasil karya DI; Pradita Institute yang menjawab brief workshop dari Prof. Istvan, serta 55 karya desainer manca negara yang tergabung dalam WGD; berkarya bersama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Sensory Lab.

Pameran TypoEXpo 2019 dibuka langsung oleh Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Judit Pach dan dihadiri Atase Kedutaan Besar Hungaria Katalin Böszörményi Nagy , Direktur Summarecon Mall Serpong Soegianto Nagaria, Direktur Utama Summarecon Grup  Adrianto Pitoyo Adhi, dan  Eksekutif Direktur Summarecon Serpong Magdalena Juliati.

Selain itu, pembukaan TypoExpo 2019 juga dihadiri tim dari Yayasan dan Akademik Pradita Institute yakni Bima Himawan, Prof. Eko Indrajit, dan Prof. Harianto Hardjasaputra.

“Yang menjadi spesial dari TypoExpo kali ini adalah, kami membuat poster kami bergerak dengan sistem augmented. Hal ini menjawab amanah Pak Soegianto Nagaria yang meminta kita terus mengembangkan dunia seni dengan media digital," kata James Darmawan, selaku Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual; Pradita Institute..

"Selain itu bersama Pak Surya Mentari dari SMS, Pak Irwan Harnoko dari WGD, kami bekerja sama pula dengan Pak Hans Dwiyanto selaku pemilik PrintDaily yang mendukung kita luar biasa, serta dengan Media Indonesia sebagai rekanan media.” ujar James.

Selain pembukaan pameran, pada pertengahan pameran tepatnya pada 27 Oktober 2019, juga diadakan pengabdian masyarakat antara DKV dengan ABK, pelagelaran seni WGD dengan ABK, seremonia Ulang Tahun SMS, dan pelagelaran permainan aneka alat musik dari Volare.

“Ayo mampir dan nikmati bersama Pameran Poster Augmented Reality ini, lokasi kita ada didepan Nanny’s Pavillon dekat Lobby Broadway sampai 3 November 2019,” ajak Kaprodi DKV Pradita Institute. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More