Rabu 23 Oktober 2019, 13:15 WIB

Jerman Berencana Buat Zona Aman Sendiri di Suriah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Jerman Berencana Buat Zona Aman Sendiri di Suriah

AFP/Peter Kneffel/dpa
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer

 

MENTERI Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer berencana memperkenalkan rancangan zona aman yang dikendalikan secara internasional di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki pada pertemuan NATO minggu ini.

Langkah ini datang meskipun Turki berencana menciptakan zona aman di sana setelah penarikan oposisi dan teroris terkait Partai Pekerja Kurdistan (PKK) oleh beberapa sekutu.

Turki telah lama bersikeras menciptakan zona aman di sepanjang perbatasan Turki-Suriah untuk pemukiman kembali para pengungsi Suriah dan membersihkan ancaman teroris dari perbatasannya.

Tetapi, sekutunya telah menutup telinga terhadap kekhawatiran Ankara, dan AS terus menunda pembentukan zona tersebut, memaksa Turki mengambil alih urusannya sendiri.

Baca juga: Rusia dan Turki Bicarakan Konflik di Suriah

Kanselir Jerman Angela Merkel menandatangani rencana itu dan mengusulkannya kepada sekutu Barat, kata menteri pertahanan kepada German Press Agency (DPA).

Kramp-Karrenbauer akan mempresentasikan proposalnya di sela-sela pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, Kamis (24/10).

Bundestag (parlemen Jerman) harus memutuskan apakah militer Jerman akan ambil bagian, kata Kramp-Karrenbauer, yang juga merupakan penerus Merkel sebagai ketua partai Uni Demokrat Kristen (CDU) yang berkuasa.

Berlin menentang operasi Turki tetapi sejauh ini menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi terhadap Ankara dengan pengecualian pembatasan ekspor senjata.

Kramp-Karrenbauer menyebut situasi di Suriah membahayakan kepentingan keamanan Jerman dan Eropa, yang dia kritik karena bertindak terlalu banyak seperti penonton.

Itu sebabnya, kata dia, inisiatif politik dari Jerman untuk kemajuan Eropa melalui NATO masuk akal.

"Pertanyaan tentang bentuk solusi ini terletak pada penciptaan zona aman yang dikontrol secara internasional yang melibatkan Turki dan Rusia, dengan tujuan mengurangi situasi," kata Menhan Jerman.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Selasa (22/10), mengatakan Jerman telah menerima pertanyaan dan beberapa kejengkelan dari sekutu atas proposal tersebut.

"Sejak kemarin, setelah proposal para pemimpin CDU, kami telah mendapat beberapa pertanyaan dari sekutu kami dan ada beberapa--ini tidak dapat dibantah--kekesalan di antara mitra kami," kata Maas, seraya menambahkan bahwa saat ini tidak ada diskusi di antara para mitra tentang menciptakan zona keamanan internasional seperti itu.

Turki telah mengkritik Jerman karena gagal melakukan tindakan nyata terhadap PKK dan afiliasinya, yang diakui sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa, AS, dan Turki.

Mantan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel, baru-baru ini, mengakui PKK mendanai kegiatan kriminalnya dengan uang yang didapat dari pemerasan, senjata, atau perdagangan narkoba di Jerman.

Pendukung kelompok teror PKK dan cabang Suriahnya, YPG, telah meneror Jerman, seperti yang terjadi di banyak negara Eropa lainnya, dengan kedok memprotes operasi kontraterorisme Turki di Suriah utara.

PKK telah melakukan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun dan telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. (Deutsche Welle/Daily Sabah/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More