Rabu 23 Oktober 2019, 11:15 WIB

Lifter Indonesia Panen Medali di Kejuaraan Asia Youth & Junior

Despian Nurhidayat | Olahraga
Lifter Indonesia Panen Medali di Kejuaraan Asia Youth & Junior

Dok PB PABBSI
Muhammad Faathir saat memenangkan medali emas di Kejuaraan Asian Youth & Junior 2019 di Pyongyang, Korea Utara

Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) patut berbangga diri. Pasalnya, lifter Tanah Air Muhammad Faathir yang masih berusia 16 tahun, berhasil menyabet tiga medali emas di kelas 61 kg pada ajang Kejuaraan Asian Youth & Junior 2019 di Pyongyang, Korea Utara, Selasa (22/10).

Selain meraih medali emas, Faathir juga berhasil memecahkan dua rekor dunia dan 3 rekor Asia.

Dua rekor dunia yang berhasil dipecahkan Faathir adalah di angkatan Clean & Jerk dari 149 kg menjadi 153 kg dan total angkatan dari 269 kg menjadi 272 kg (Donen Dogan).

Sementara itu, tiga rekor Asia yang berhasil dipecahkannya yakni, total angkatan Snatch dari 118 kg menjadi 119 kg, Clean & Jerk dari 149 kg menjadi 153 kg, serta Total Angkatan dari 261 kg menjadi 272 kg.

Baca juga: Daud Yordan Siap Rebut Gelar

Di kelas ini, Faathir berhasil mempersembahkan tiga medali emas yakni untuk total angkatan Snatch (119 kg), angkatan Clean & Jerk (153 kg), dan total angkatan 272 kg.

Menurut Manajer Pelatnas Sonny Kasiran, keberhasilan para lifter yunior ini merupakan modal awal bagi regenerasi yang akan terus menerus berkesinambungan.

Selain itu, kejuaraan ini merupakan salah satu kejuaraan yang menambahkan poin para atlet menuju Olimpiade Tokyo 2020.

"Kita sudah membuktikan bahwa di level junior, kita bisa meraih prestasi tingkat Asia maupun dunia. Saya berharap agar setibanya di Tanah Air, mereka tetap digembleng di Pelatnas dan tidak terputus. Jika terputus, dikhawatirkan mereka akan disusul lawan di bawah dan untuk mengejarnya butuh waktu yang cukup lama. Biasanya ini yang selalu menjadi masalah di Indonesia," ungkap Sonny Kasiran dilansir dari keterangan resminya, Rabu (23/10).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi PB PABBSI ini menambahkan, selain program Pelatnas yang berkesinambungan, juga tentunya pasokan gizi yang cukup amat diperlukan agar prestasi para lifter muda yang dijuluki The Dream Team Indonesia ini tetap terjaga.

Selain Faathir, lifter putri Windy Chantika Aisyah yang berusia 17 tahun, juga berhasil meraih satu medali emas dan dua perak di kelas 49 kg.

Medali emas dipersembahkannya di total angkatan Snatch seberat 84 kg, sedangkan di angkatan Clean & Jerk (102 kg), dan total angkatan, ia hanya mampu meraih medali perak.

Dalam kejuaraan ini, Windy juga berhasil memecahkan 3 rekor dunia dan rekor Asia.

Rekor dunia yang berhasil dipecahkannya dari total angkatan Snatch 82 kg menjadi 84 kg, Clean & Jerk dari 100 kg menjadi 102 kg, serta Total Angkatan dari 182 kg menjadi 186 kg sekaligus juga memecahkan rekor Asia.

Windy sebenarnya masuk dalam kategori Youth. Namun, PB PABBSI sengaja menurunkannya di kategori junior demi mendapatkan tambahan Ruby Poin yang merupakan rumus peringkat dunia untuk mendapatkan kuota Olimpiade Tokyo 2020.

Lifter Indonesia lainnya yang tampil di kejuaraan itu ialah Rizky Juniansyah kelas 67 kg yang berhasil meraih tiga medali perak dan Mohammad Yasin (67 kg) yang mampu menyabet satu medali perak dan satu perunggu. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More