Rabu 23 Oktober 2019, 11:00 WIB

Dirjen Perkeretaapian Bayar Pembebasan Lahan Kereta Api Segmen 3

Lina Herlina | Nusantara
Dirjen Perkeretaapian Bayar Pembebasan Lahan Kereta Api Segmen 3

ANTARA/Abriawan Abhe
Pekerja beraktivitas di lokasi pengerjaan proyek rel kereta api trans Sulawesi di Desa Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan

 

DIREKTORAT Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, mulai melakukan pembayaran pembebasan lahan untuk lahan pembangunan jalur kereta api Tran Sulawesi Makassar-Parepare.

Sekretaris Ditjen Perkeretaapian, Kemenhub, Zulmaefendi, Selasa (22/10) malam, melakukan pembayaran pembebasan lahan untuk kepentingan proyek pembangunan jalur KA Makassar - Parepare untuk tiga bidang tanah di segmen Pangkep-Maros.

Tiga bidang tanah yang dibebaskan di Kabupaten Maros, seluas luas 1.315 meter persegi senilai Rp844.242.000.

"Proses pembebasan lahan, penyelesaiannya dengan cara konsinyasi, yaitu pembayaran ganti rugi dititip di pengadilan," ungkap Zulmaefendi.

Ia menenambahkan, jumlah bidang yang akan dibebaskan untuk kepentingan pembangunan kereta api sebanyak 839 bidang di Kabupaten Maros dan 2.034 bidang di Kabupaten Pangkep.

Baca juga: Investasi Tumbuh, Bisnis Hotel di Pantura Jawa Potensial

Sementara itu, 32 bidang di Maros dan 1.375 bidang pengajuan proses konsinyasi di Pengadilan Negeri masing-masing kabupten. Tiga dari 16 paket konstruksi di segmen tersebut telah dimulai pelaksanaannya di Pangkep dan Maros.

Sisa 26 bidang pembebasan lahan jalur siding track ke Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru, sudah dapat dilaksanakan untuk penyelesaian pembangunan.

Adapun hasil perhitungan apraisal untuk lahan di Kabupaten Pangkep, dengan nilai ganti rugi sebesar Rp251.379.989.800. Untuk Maros sebesar Rp115.389.374.000.

"Ini sedang pengajuan, kami harap November proses tuntas," seru Zulmaefendi.

Sementara Humas Pejabat Pembuat Komitmen Perkeretaapian Sulsel, Arinova, Rabu (23/10) menambahkan, untuk Kereta Api Printis, sudah bisa digunakan Agustus 2020, dengan panjang rel 50 kilometer. Tapi masih fokus untuk angkutan logistik dan orang di Kabupaten Barru. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pemkot Tebing Tinggi Bentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

👤Apul Iskandar 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 09:56 WIB
Untuk  mempercepat akses keuangan daerah, Pemkot Tebing Tinggi membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk membantu...
MI/Denny Susanto

Tingkat SDM Tanah Bumbu SHM-MAR Canangkan Program Seribu Sarjana

👤Denny Susanto 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 09:05 WIB
Pasangan Syafruddin-Alpiya (SHM-MAR) mencanangkan program pemberian beasiswa atau pendidikan gratis hingga jenjang sarjana bagi...
Greenpeace/AFP

Orangutan Serang Perkebunan di Aceh

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 08:23 WIB
Orangutan atau biasa disebut mawah oleh warga Aceh, sejak tiga hari terakhir menyerang lahan pertanian dan kebun milik warga di Kluet...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya