Rabu 23 Oktober 2019, 08:40 WIB

Tim Tujuh Bantu Jokowi Susun Kabinet

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Tim Tujuh Bantu Jokowi Susun Kabinet

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.

 

PRESIDEN Joko Widodo menunjuk tujuh orang untuk membantunya dalam menyusun kabinet kerja periode kedua. Mereka telah bekerja untuk memberi masukan ihwal kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dalam (penyusunan) kabinet itu, Presiden menunjuk beberapa orang membantu tugasnya sehari-hari," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Ketujuh orang yang membantu Jokowi itu, yakni Pratikno yang sebelumnya menjadi Menteri Sekretaris Negara, mantan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Soekardi Rinakit, Ari Dwipayana, dan Alexander Lay. Mereka diberi tugas khusus oleh Jokowi untuk membantunya selama kabinet belum terbentuk. Salah satu tugas tim ini, yaitu menghubungi para calon menteri di Kabinet Kerja jilid 2 bertemu Jokowi di Istana.

Dalam memanggil calon menterinya, ada sebagian yang langsung diberi tahu mendapat posisi menteri, ada pula yang tak diberi penegasan gamblang. Rencananya, para menteri yang mendatangi Istana ini akan dilantik hari ini pada pukul 10.00 WIB.

Menurut juru bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman, dalam menentukan komposisi kabinet, Presiden Jokowi menginginkan para calon menteri yang dipilih untuk Kabinet Kerja jilid II ini bersih dari masalah hukum, termasuk kasus korupsi. Hal tersebut dipertimbangkan agar ke depan tak mengganggu kerja pemerintahan Jokowi.

"Secara khusus itu sebenarnya adalah pertimbangan tim yang dibentuk presiden. Bisa memberikan masukan, memberikan pertimbangan, termasuk verifikasi," ujarnya.

Sementara itu, Fadjroel menyebut, tim tujuh itu bisa memberi masukan ke presiden terkait dengan pembentukan kabinet. "Iya bisa beri masukan," jelasnya.

Sehari sebelumnya, Fadjroel ditunjuk Jokowi sebagai juru bicara presiden. Fadjroel sempat datang ke Istana Negara pada Senin (21/10). Komisaris Utama PT Adhi Karya Tbk itu datang bersama Pratikno dan mantan Staf Khusus Presiden Nico Hardjanto. Sebelum meninggalkan Istana Negara, Fadjroel mengaku siap menerima apa pun keputusan Jokowi. (Mal/P-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More