Rabu 23 Oktober 2019, 04:20 WIB

Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus Ninoy

(Fer/J-2) | Megapolitan
Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus Ninoy

ANTARA/Fianda Rassat
Ninoy Karundeng (tengah).

 

PENYIDIK Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengatakan pihaknya telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

"Para tersangka telah ditahan dan mendekam di Rutan Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, tapi satu orang masih berstatus daftar pencarian orang, yakni suami dari dokter IZH. Yang bersangkutan berinisial SA. Dia memberikan komando untuk menganiaya dan mengintimidasi Ninoy Karundeng," ungkap Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi di Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/10).

Sementara itu, polisi sudah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia terkait status tersangka dokter IZH.

Untuk penerapan pasalnya, kata Dedy, tetap disangkakan pasal sesuai laporan polisi yang dibuat Ninoy Karundeng.

Namun, menurut Dedy, tidak semua tersangka ditahan. Ada dua tersangka yang ditangguhkan penahanannya karena alasan kondisi kesehatan. "Inisialnya F dan RN. Penahanan tersangka RN ditangguhkan tanggal 5 Oktober, sedangkan tersangka F ditangguhkan pada 15 Oktober. Alasannya karena lanjut usia dan kondisinya kurang sehat," jelasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP.

Selain dianiaya, Dedy menyebutkan bahwa Ninoy dipaksa untuk menulis surat pernyataan oleh para tersangka. Kepada polisi, dia mengaku menulis surat penyataan tidak ada penganiayaan dalam tekanan saat kejadian berlangsung pada Senin (30/9).

"Yang menuntun, ada tersangka RDS dan IZH. Mereka menuntun korban (Ninoy) agar tidak mempermasalahkan penganiayaan di TKP. Tersangka RDS dan IZH juga meminta Ninoy tak melaporkan peristiwa penganiayaan terhadap dirinya kepada pihak kepolisian," kata Dedy.

Namun, akhirnya Ninoy tetap membuat laporan polisi pada Selasa (1/10).

"Mereka (tersangka) juga menuntun korban membuat surat pertanyaan tidak lapor ke polisi," sambungnya.

Diketahui, Ninoy dianiaya sejumlah orang di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/9). Dia diduga merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.

Sebelumnya, 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial ini.

Tiga dari 13 orang tersangka itu ialah perempuan dan mereka dijerat dengan pasal UU ITE sebab terbukti merekam dan menyebarkan video saat Ninoy diinterogasi.

Sementara itu, tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar, Sekjen PA 212, Jerri, dan Dokter Insani dijerat dengan Pasal 170 KUHP, Pasal 335 KUHP dan UU ITE. (Fer/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More