Selasa 22 Oktober 2019, 21:55 WIB

Mantan Presiden AS Jimmy Carter Dilarikan ke Rumah Sakit

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Mantan Presiden AS Jimmy Carter Dilarikan ke Rumah Sakit

AFP GETTY IMAGES NORTH AMERICA
MANTAN Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter

 

MANTAN Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter telah dirawat di rumah sakit karena patah tulang panggul kecil setelah jatuh pada Senin (21/10) malam waktu setempat, kata Carter Center, pada Selasa (22/10). Insiden itu merupakan kecelakaan serupa kedua bulan ini untuk presiden tertua AS yang masih hidup.

Carter jatuh di rumahnya di Plains, Georgia, kata Carter Center, dalam sebuah unggahan di Twitter, tetapi menambahkan, "Dia bersemangat dan berharap untuk pulih di rumah."

Untuk saat ini, ia sedang diobservasi dan dirawat di Phoebe Sumter Medical Center di Americus, Georgia, kata cuitan itu.

Carter, 95, jatuh di rumahnya awal bulan ini dan membutuhkan jahitan di wajahnya, tetapi kembali bekerja segera pada proyek pembangunan kembali untuk kelompok nirlaba Habitat for Humanity.


Baca juga: Pemilu Kanada: Liberal 156 Kursi, Konservatif 122


Pada Mei, politikus Demokrat ini mengalami patah pada bagian pinggul, lagi di rumahnya, membutuhkan operasi. Dia dirawat di rumah sakit sebentar pada 2017 karena dehidrasi dan didiagnosis menderita kanker kulit pada 2015.

Carter, seorang mantan petani kacang dan gubernur Georgia, adalah presiden ke-39 ‘Negeri Paman Sam’ dan menjabat satu masa jabatan dari 1977 hingga 1981.

Setelah masa kepresidenannya, Carter aktif di kegiatan internasional dan kemanusiaan terkemuka. Dia memenangi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2002 atas upayanya untuk menemukan solusi damai untuk konflik internasional, memajukan demokrasi dan hak asasi manusia, dan mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial.

Dia dan istrinya, Rosalynn, mendirikan Carter Center pada 1982 untuk melanjutkan pekerjaan internasional dan kemanusiaan mereka. (Al Jazeera/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More