Selasa 22 Oktober 2019, 22:15 WIB

Investasi Tumbuh, Bisnis Hotel di Pantura Jawa Potensial

mediaindonesia.com | Nusantara
Investasi Tumbuh, Bisnis Hotel di Pantura Jawa Potensial

DOK. AGP
Suasana di The Safin Hotel, Pati, Jawa Tengah.

 

BISNIS hotel di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa dinilai kian potensial seiring laju pertumbuhan investasi di wilayah tersebut. Peningkatan kebutuhan penginapan dan ruang pertemuan mencerminkan denyut ekonomi yang positif di kawasan itu.

Kawasan Pantura bagian timur menjadi salah satu yang kini cukup terkena imbas positif dari pertumbuhan tersebut. Pantura bagian timur yang dimaksud ialah pesisir utara Jawa Tengah bagian timur hingga Jawa Timur.

Direktur Utama PT Arifindo Grha Pratama (AGP) Bagyo Setyawan yang kini berbisnis perhotelan di Pati, Jawa Tengah mengakui hal itu. Ia menyebut tingkat okupasi hotel yang mereka miliki, yakni The Safin Hotel, saat ini bisa mencapai 60%-70%.

"Hal ini menandakan bisnis hotel di Pati, Jawa Tengah cukup potensial," ujar Bagyo dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (22/10).

Safin merupakan hotel bintang tiga plus yang menjadi pionir di Pati. Hotel berketinggian 11 lantai ini memiliki 119 kamar dan mulai beroperasi pada Oktober 2015.

Dengan potensialnya kawasan Pati di mata investor, Bagyo mengatakan Safin Hotel, Pati selain membidik kalangan wisatawan, juga menyasar segmen pebisnis.

"Karena itu hotel kami juga dilengkapi dengan lima ruang pertemuan, termasuk ballroom yang mampu menampung lebih banyak tamu," ujarnya.

Potensi wilayah Pati itu juga makin dikuatkan dengan pernyataan Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin. Menurutnya, ekonomi di kotanya terus bertumbuh seiring berdatangannya kalangan investor, termasuk investor asing. Pertumbuhan Pati juga berbarengan dengan target Pemprov Jateng yang ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi sebesar 7%.

"Investor yang masuk ke Pati tidak hanya dari kalangan swasta dalam negeri, tapi juga investor asing seperti dari Korea Selatan," tutur dia.

Investor tersebut akan membangun pabrik sepatu dan garment dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi 2020. Kehadiran pabrik ini, kata Saiful, diharapkan menyerap berkisar 5.000-6.000 tenaga kerja.
 
Kota berpenduduk 1,3 juta jiwa tersebut selain memiliki lokasi strategis sebagai transit, juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Salah satu investor besar ialah produsen makanan ringan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk yang memiliki dua fasilitas produksi di Pati. (RO/X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More