Selasa 22 Oktober 2019, 23:40 WIB

Perundingan Dagang AS-Tiongkok Alami Kemajuan

Perundingan Dagang AS-Tiongkok Alami Kemajuan

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan telah terjadi kemajuan dalam pengembangan naskah terkait dengan kesepakatan dagang fase pertama dengan Tiongkok, yang diyakini dapat ditandatangani pada November mendatang.

Trump optimistis Beijing dan Washington akan meneken kesepakatan parsial yang telah ia umumkan pada awal bulan ini.

"Kami pikir, kami akan dapat menandatangani dokumen lengkap dengan Tiongkok pada fase pertama," ujar Trump di Gedung Putih, kemarin.

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan upaya untuk menyelesaikan dokumen kesepakatan tersebut sebelum KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Cile, bulan depan, telah sesuai dengan yang dijadwalkan.

Meskipun demikian, Lighthizer mengungkapkan beberapa pekerjaan masih harus dirampungkan.

"Target kami ialah untuk menyelesaikan kesepakatan fase pertama sebelum Anda (Trump) pergi ke Cile," tutur Lighthizer kepada Trump.

Namun, sebelum Trump mengeluarkan pernyataan tersebut, Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan bahwa AS tidak terburu-buru untuk menandatangani kesepakatan tersebut pada bulan depan.

"Kami ingin membuat kesepakatan. Namun, dari sudut pandang kami, ini harus menjadi kesepakatan yang tepat dan tidak harus ditandatangani pada November," ujar Ross kepada jaringan televisi Fox Business.

Ekspor pertanian

Gedung Putih menyebut kesepakatan dagang parsial AS-Tiongkok tersebut mencakup peningkatan pembelian Tiongkok terhadap ekspor pertanian Amerika.

Kesepakatan dagang tersebut juga meliputi sektor jasa keuangan dan mata uang serta perlindungan kekayaan intelektual.

Terkait dengan hal tersebut pada Senin (21/10), Trump mengatakan bahwa Tiongkok sudah mulai membeli produk-produk AS.

Penasihat Trump dalam soal ekonomi, Larry Kudlow, mengindikasikan AS bisa membatalkan sanksi tarif kepada Tiongkok jika perundingan nantinya berjalan sukses.

Adapun dalam sebuah forum pertahanan di Beijing, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Le Yucheng mengatakan pihaknya menginginkan hubungan Tiongkok dengan AS berdasarkan koordinasi, kerja sama, dan stabilitas.

"Kami tidak menyetujui taktik mengacungkan sederet tarif setiap saat dan memberikan tekanan maksimum pada Tiongkok. Praktik ini merupakan pemikiran lama dan tidak akan berhasil," tutur Le Yucheng. (AFP/Uca/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More