Selasa 22 Oktober 2019, 19:46 WIB

Pertamina Sebut Pipa Terbakar Salur BBM Jenis Pertamina Dex

Faustinus Nua | Nusantara
Pertamina Sebut Pipa Terbakar Salur BBM Jenis Pertamina Dex

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Petugas berusaha memadamkan api saat kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat.

 

KEBAKARAN yang terjadi di Tol Padalarang akibat kebocoran pipa pertamina dinyatakan telah padam pada pukul 17:20 WIB. Hal ini dikonfirmasi oleh Vice President Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman dalam konferensi pers di Jakarta (22/10).

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa pipa yang bocor dan terbakar merupakan pipa yang menyalurkan sebagian besar BBM jenis Pertamina Dex. Sementara penyebab kebocoran tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.

"Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan, namun bisa kami sampaikan bahwa memang BBM atau pipa tersebut membawa BBM jenis Pertamina Dex," kata dia.

Baca juga: Kebakaran di Tol Padalarang, Pertamina Fokus Tangani Pipa

Dia menjelaskan bahwa proses pemedaman telah dilakukan dengan ceoat oleh tim dilapangan bekerja sama dengan pemadam kebakaran. Ketika terjadi kebakaran, pihaknya bergerak cepat langsung melakukan penutupan pipa, sehingga aliran BBM tidak lagi keluar.

"Jadi yang terbakar itu adalah sisa-sisa dari BBM yang keluar dari kebocoran dan kemudian berhasil ditanggulangi dengan menggunakan foam dan juga dengan tim pemadan kebakaran," imbuhnya.

Untuk korban jiwa, ia juga menerangkan bahwa belum ada laporan dari timnya dilapangan. Begitu pula dengan jumlah kerugian pihak pertamina sementara belum bisa pastikan. Luas area yang terbakar juga masih dalam perhitungan.

Pihaknya hanya memastikan bahwa pasokan BBM untuk daerah Bandung dam sekitarnya masih aman. "Pasokan sejauh ini masih cukup aman di area Bandung atau Padalarang di angka sekitar untuk pertamina dex lebih dari 17 hari untuk stok," tuturnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More