Selasa 22 Oktober 2019, 17:12 WIB

KLHK Gandeng Nicholas Saputra Sosialisasi Perubahan Iklim

Indriyani Astuti | Humaniora
KLHK Gandeng Nicholas Saputra Sosialisasi Perubahan Iklim

MI/Indriyani Astuti
KLHK Gandeng Nicholas Saputra Sosialisasi Perubahan Iklim Lewat Film

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan aktor Nicholas Saputra selaku Komisaris PT. Talamedia perusahaan yang memproduksi film "Semesta". Film tersebut merupakan dokumenter yang menceritakan upaya masyarakat, komunitas, dan individu yang melakukan upaya-upaya terhadap lingkungannya untuk menekan laju perubahan iklim.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK Ruandha Agung Sugardiman menuturkan film tersebut dibuat bertujuan dalam rangka mengampanyekan perubahan iklim kepada masyarakat. Selain itu, dalam film juga digambarkan upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan dari nilai-nilai sosial dan religi yang dianut masyarakat.

"Ada tujuh wilayah yang merepresentasikan keragaman Indonesia dan bagaimaha seharusnya perilaku kita untuk hidup harmonis dengan alam seperti upaya konservasi dan pelestarian lingkungan," ujar Ruandha seusai melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT. Talamedia di Kementerian LHK, Jakarta, pada Selasa (22/10).

Nicholas menuturkan tujuh lokasi itu antara lain di Aceh, ada satu desa yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan gajah. Lalu di Flores ada pemimpin agama yang menginisiasi sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air ramah lingkungan, kemudian di Misool, Raja Ampat, Papua. Masyarakat di sana menerapkan sasi atau larangan untuk mengambil hasil sumberdaya alam tertentu sebagai upaya pelestarian demi menjaga mutu dan populasi sumberdaya hayati.

Selain itu, ada dokumentasi mengenai keluarga yang mempraktekkan cara bercocok tanam menyerupai hutan di Yogyakarta. Wilayah lainnya di Bali, mengenai hari raya Nyepi yang ternyata bisa memberikan kontribusi terhadap berkurangnya karbondioksida yang keluar selama satu hari. Menurut Nicholas, film yang berdurasi selama 90 menit itu akan dibawa ke film festival internasional.

"Kebetulan kami sudah masuk di sebuah film festival bulan November di Barcelona. Ada beberapa yang masih kita tunggu jawabannya," tutur Nicholas.

Ia pun berencana pada awal November, film akan kami diputar bioskop Indonesia dan dipromosikan selama 2 bulan. Masyarakat diharapkan untuk menonton film itu. Setelah diputar di bioskop, imbuhnya, akan dilanjutkan dengan pemutaran untuk komunitas-komunitas seperti universitas dan sekolah-sekolah.

"Kami akan merencanakan untuk memutarkan film-film ini ke siswa SMA dan mahasiswa mudah-mudahan rencana ini bisa dilakukan sekitar 6 sampai 8 bulan," tutur pria yang berperan dalam film dokudrama Soe Hok Gie itu.

Ia melanjutkan bahwa Telemedia dan KLHk sangat terbuka bekerja sama dengan komunitas-komunitas. Diharapkan film "Semesta" bisa membuka dialog dan terus menjadi bahan diskusi agar masyarakat sadar mengenai pentingnya melakukan hal-hal sederhana untuk menahan laju perubahan iklim. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Indonesia Terus Upayakan Pemenuhan Hak Anak

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 24 November 2020, 14:20 WIB
Hal paling mendasar yang dilakukan Indonesia dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak sesuai Konvensi Hak Anak adalah dengan...
ANTARA/	IDHAD ZAKARIA

Kabar Gembira, Kemensos Buka Kuota Tambahan BST

👤Suryani Wandari 🕔Selasa 24 November 2020, 14:05 WIB
Kuota baru BST bagi 20 ribu KPM diprioritaskan untuk daerah yang penyerapan bantuannya dinilai...
Antara/Raisan Al Farisi

Ada Potongan Pajak, Berapa BSU yang Diterima Guru Honorer?

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 24 November 2020, 13:58 WIB
Bagi guru honorer yang memiliki NPWP, besaran BSU dikenai potongan PPh sebesar 5%. Adapun penerima BSU yang belum punya NPWP, dikenai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya