Selasa 22 Oktober 2019, 16:05 WIB

Qantas Pecahkan Rekor Terbang Selama 19 Jam 16 Menit

Galih Agus Saputra | Weekend
Qantas Pecahkan Rekor Terbang Selama 19 Jam 16 Menit

dok.AFP
Qantas Airlines memecahkan rekor penerbangan terlama 19 jam 16 menit.

MASKAPAI penerbangan asal Australia, Qantas baru-baru ini berhasil mencetak rekor sejarah dunia kedirgantaraan. Mereka melakukan penerbangan komersial terpanjang selama 19 jam 16 menit, dari New York, Amerika Serikat dan mendarat di Sydney, Australia.

Pesawat Boeing 787-9 milik Qantas itu lepas landas Jumat (18/10) pukul 21.77 waktu Amerika dan mendarat Minggu (20/10) pukul 7.33 waktu Australia. Mereka menempuh jarak lebih dari 10.000 mil tanpa mengisi bahan bakar, di mana hal itu suatu prestasi yang belum pernah dicapai  maskapai komersial lainnya.

"Kami memulai dengan makan siang dan menyalakan lampu selama enam jam pertama untuk menyesuaikan dengan waktu dan suasana di lokasi tujuan kami. Sehingga penumpang dapat mengurangi 'jet lag'-nya masing-masing secara langsung," tutur CEO Qantas Group, Alan Joyce sebagaimana dilansir Daily Mail.

Profesor Marie Carroll, dari University of Sydney, mengatakan dia dan sesama penumpang lainnya turut melakukan banyak latihan peregangan (yoga) dalam kurun waktu yang ditentukan sebelumnya."Saya berharap bahwa kita dapat memiliki kegiatan mulai dari makan hingga tidur malam yang normal seturut dengan waktu penerbangan," tuturnya.

Adapun tujuan dari adanya penerbangan bertajuk 'Project Sunrise' itu  untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap penumpang dan awak pesawat, khususnya penerbangan jarak jauh. Berangkat dari uji coba tersebut, data yang diperoleh akan diberikan kepada Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia, untuk membantu menginformasikan syarat dan ketentuan terkait penerbangan jarak jauh yang memakan waktu lebih dari 20 jam.

Data yang dikumpulkan berupa jadwal makan, minum, olahraga, dan  pencahayaan agar selaras dengan waktu tujuan atau yang berhubungan dengan jet lag. Persoalaan yang terakhir ini membutuhkan penelitian mendalam karena ia berhubungan dengan daya tahan dan penyesuaian seseorang dalam menghadapi penerbangan jarak jauh.

Alan menjelaskan penerbangan jarak jauh akan menjadi 'keputusan bisnis'. Jika data yang diperoleh dari uji coba menunjukkan penerbangan non-stop tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi awak maupun penumpang, selanjutnya jadwal penerbangan serupa akan ditetapkan pada 2022/23.

"Ini adalah momen yang sangat bersejarah untuk penerbangan Australia dan momen yang sangat bersejarah untuk dunia penerbangan. Kami maskapai komersial pertama yang terbang tanpa henti dari New York ke Sydney," tuturnya. (M-3)

Baca juga : Batik Hibrid Indonesia di Afrika Selatan

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Ini Pertunjukkan Seni di Salihara yang Bisa Anda Nikmati Gratis

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 02 April 2020, 11:58 WIB
Komunitas Salihara akan membagikan secara gratis beberapa dokumentasi kuliah umum maupun pertunjukan seni pilihan yang dapat dinikmati...
 Anthony WALLACE / AFP

Ragam Cara Agar tidak Depresi di Masa Pandemi

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 02 April 2020, 11:45 WIB
Salah satu cara untuk mengatasi rasa cemas dan bosan di masa karantina ini adalah dengan melihat wajah kerabat atau teman terdekat...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Deteksi Dini Virus Korona dari Limbah Rumah Tangga

👤Galih Agus Susanto 🕔Kamis 02 April 2020, 11:24 WIB
Para peneliti mengamati biomarker yang ada dalam tinja dan urin yang dialirkan melalui saluran pembuangan di suatu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya