Selasa 22 Oktober 2019, 13:57 WIB

Raja Thailand Cabut Gelar Permasuri Sineenat Wongvajirapakdi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Raja Thailand Cabut Gelar Permasuri Sineenat Wongvajirapakdi

AFP/THAILAND'S ROYAL OFFICE
Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, permasuri Raja Thailand Vajiralongkorn, tengah mempiloti pesawat.

 

RAJA Thailand, Vajiralongkorn, melucuti gelar kehormatan dan pangkat permaisurinya, Sineenat Wongvajirapakdi, dengan alasan ketidaksetiaan, kelakuan buruk, dan ambisius menyaingi ratu.

Pengumuman resmi mengatakan Sineenat dianggap ambisius dan mencoba mengangkat dirinya ke posisi yang sama dengan ratu.

"Perilaku permaisuri dianggap tidak sopan," kata pengumuman resmi.

Pernyataan yang diterbitkan pada Senin (21/10) mengatakan Sineenat telah menunjukkan perlawanan dan tekanan dengan segala cara untuk menghentikan penunjukan sebagai Ratu, menjelang penobatan pada Mei.

"Raja memberinya posisi permaisuri, dengan harapan meringankan tekanan dan masalah yang dapat memengaruhi monarki," kata pernyataan itu.

Sineenat diangkat pada Juli 2019, hanya dua bulan setelah Raja Vajiralongkorn menikahi Ratu Suthida, istri keempatnya.

Sineenat, yang merupakan seorang mayor jenderal dan merupakan pilot terlatih, perawat, dan pengawal, adalah orang pertama yang dianugerahi gelar Royal Noble Consort dalam hampir satu abad.

Ratu Suthida--mantan pramugari berusia 41 tahun dan wakil kepala unit pengawal--adalah pasangan lama Raja Vajiralongkorn dan kerap terlihat bersamanya di depan umum selama bertahun-tahun.

Pengumuman Sineenat telah dilucuti dari gelarnya diterbitkan di Royal Gazette pada Senin (21/11). Ini menandai kejatuhan tiba-tiba bagi permaisuri kerajaan, yang selama beberapa tahun sering terlihat di sisi Raja Vajiralongkorn.

Bahkan setelah pernikahan Raja dengan Ratu Suthida, Sineenat adalah tamu tetap di acara-acara kerajaan. (BBC/Hym/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More