Selasa 22 Oktober 2019, 13:00 WIB

Akan Ada Diskon Isi Baterai Kendaraan Listrik

Agus Utantoro | Ekonomi
Akan Ada Diskon Isi Baterai Kendaraan Listrik

ANTARA/Sigid Kurniawan
Petugas mendemonstrasikan cara pengisian kendaraan listrik di Electric Vehicle Charging Station (EVCS) di kantor BPPT, Jakarta

 

SEBAGAI tindak lanjut Perpres tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, PLN, sampai saat ini, sudah menandatangani kerja sama dengan 20 perusahaan baik swasta maupun BUMN dan bahkan kementerian untuk membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman menyebutkan sebagai tindak lanjut dari Perpres No 55/2019, SPKLU akan diluncurkan di 10 titik bersamaan dengan Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober 2019 yang tersebar di sejumlah kota besar seperti DKI Jakarta di dua titik, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Banten, hingga Semarang.

"Bahkan, ke depan, PLN juga akan menyiapkan titik pengisian yang akan dipasang di rumah-rumah," kata Syofvi usai pembukaan PLN International Conference & Learning, Innovation, Knowledge, and Exhibition (LIKE) 2019 di Yogyakarta, Senin (21/10).

Ia menambahkan, untuk pengisian baterai di rumah-rumah, nantinya akan disediakan diskon hingga 30% dengan syarat pengisian atau charging dilakukan antara pukul 22.00 hingga pukul 04.00.

Baca juga: Pemerintah Siap Implementasikan Bahan Bakar B30 pada Januari 2020

"PLN memberikan insentif kurang lebih 30%, kita diskon selama charging-nya dilakukan di rumah mulai jam 10 malam sampai jam 4 pagi," katanya.

Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali meyakini era kendaraan listrik ke depan akan menjadi peluang bagi BUMN itu untuk meningkatkan konsumsi listrik masyarakat.

Menurut dia, perkembangan pesat kendaraan listrik akan dapat meningkatkan konsumsi listrik masyarakat.

"PLN siap menyambut kehadiran kendaraan listrik baik yang berwujud roda dua atau roda empat. Hal itu, dibuktikan dengan kesiapan beberapa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)," katanya.

Muhammad Ali menambahkan PLN sudah menyiapkan beberapa SPKLU baik mode fast charging maupun medium charging.

Sementara dalam pembukaan konferensi internasional itu, Muhammad Ali mengatakan menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) saat ini, PLN sedang menghadapi setidaknya lima tantangan proses bisnis, baik internal maupun eksternal.

Ia menjelaskan tantangan tersebut mulai dari munculnya energi baru dan terbarukan (EBT) dalam skala besar yang mengubah pola pengoperasian dan kestabilan sistem ketenagalistrikan.

"Lalu amanat public service obligation dan tuntutan negara untuk menekan biaya subsidi dan melakukan efisiensi, penyelesaian program pembangunan infrastruktur 35.000 Megawatt  yang sering terkendala permasalahan nonteknis," ujarnya.

Kemudian terbitnya regulasi terkait mobil listrik yang menuntut PLN segera menyiapkan infrastruktur pendukungnya, serta kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan TDL (tarif dasar listrik) pada semua golongan hingga 2019.

PLN, katanya, harus segera beradaptasi, salah satunya adalah dengan menyediakan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang bekerjasama dengan 20 perusahaan, perbankan, juga pusat perbelanjaan.

"Melalui PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, diharapkan muncul masukan-masukan terbaik kepada BOD (Board of Director) yang dapat dipertanggungjawabkan secara scientific serta membuka jendela informasi tentang Gain, Risk dan Mitigasinya di masa depan," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More