Selasa 22 Oktober 2019, 09:10 WIB

Ideologi dan Ekonomi Jadi Tantangan

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Ideologi dan Ekonomi Jadi Tantangan

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dave Laksono

 

ANGGOTA Fraksi Partai Golkar DPR RI Dave Laksono menyampaikan tantangan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf lima tahun ke depan di bidang pertahanan dan keamanan.   

Menurut dia, ancaman terhadap Indonesia bukan hanya perang fisik dengan serbuan tentara, melainkan juga ancaman ideologi, energi, pangan, dan ekonomi. “Ada juga ancaman lebih kepada ideologi, energi, pangan, ekonomi, dan juga untuk memperkuat semangat moralitas prajurit. Alutsistanya harus dimo­dernisasi juga,” kata Dave.

Dia menilai pelatihan tentara untuk berperang harus ditingkatkan dan kemampuan sosialnya. Misalnya, dalam permasalahan di Papua, pendekatan militeristis tetap harus digunakan karena menghadapi separatis.

Namun, di sisi lain pendekatan sosialnya juga harus ditingkatkan melalui mengembangkan budaya Papua, terus kampung-kampung dan kampus-kampus di sana terus ditingkatkan, masalah infrastruktur, dan juga apakah ke depan Papua akan dipecah lagi provinsi­nya. “Karena sekarang baru dua,” ujarnya.   

Dia menjelaskan, Indonesia tidak hanya menghadapi ancaman perang simetris, tetapi juga ancaman ideologi dengan serangan siber sehingga Kementerian Pertahanan dan TNI bisa merekrut tenaga sipil anak muda menjadi benteng menghalangi­ masuknya serangan siber tersebut.       

Seperti diketahui, amat mungkin Jokowi aman menunjuk Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahan­an. Kementerian Pertahanan pada 2020 akan mendapat­kan alokasi anggaran Rp127,4 triliun dalam APBN 2020. Instansi ini menjadi kementerian yang paling besar mendapatkan anggaran tahun depan.

Mengutip­ buku Himpunan RKAKL TA 2020 dari laman resmi Kementeri­an Keuangan, Senin (21/10), alokasi anggaran Kemenhan untuk pengadaan alutsista dengan alokasi anggaran Rp14,53 triliun. Kemudian, juga ada alokasi anggaran untuk pengembangan sarana dan prasarana matra darat Rp1,2 triliun.

Selanjutnya, juga ada anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan sarana dan prasarana matra laut sebesar Rp2 triliun untuk lanjutan pembangunan sarpras Koarmada III dan Pasmar-3 Sorong.

Masih ada lagi alokasi untuk pemeliharaan/perawatan alpung, KRI, Kal, dan Ranpur/Rantis untuk 143 unit sebesar Rp3,1 triliun dan pemeliharaan/perawatan pesawat udara, senjata, dan almatsus lainnya untuk 228 pesawat sebesar Rp5,1 triliun. (Mal/Ant/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More