Selasa 22 Oktober 2019, 09:45 WIB

Pemerintah Cile Kembali Berlakukan Jam Malam

Basuki Eka Purnama | Internasional
Pemerintah Cile Kembali Berlakukan Jam Malam

AFP/Guillermo SALGADO
Seorang prajurit Cile melihat aksi pemadam kebakaran memadamkan kebakaran di sebuah supermarket yang dibakar penjarah.

 

CILE, Senin (21/10), memberlakukan jam malam untuk hari ketiga secara beruntun saat aksi demonstrasi dan penjarahan telah menewaskan 11 orang.

Aksi demonstrasi yang berawal dari menentang kenaikan tarif kereta berubah menjadi kemarahan terhadap militer dan Presiden Sebastian Pinera yang pada Senin (21/10) menawarkan kesepakatan sosial untuk memenuhi keinginan para demonstran.

Jenderal Javier Iturriaga yang bertanggung jawab menjaga keamanan di ibu kota mengatakan jam malam yang berlaku antara pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat diperlikan saat Santiago dan sejumlah kota lain di Cile dilanda kekerasan.

Baca juga: Cile Perluas Kondisi Status Darurat

Namun, di beberapa bagian ibu kota, demonstran melanggar aturan jam malam itu dan terlibat bentrok dengan pasukan keamanan.

Pinera, Minggu (20/10), mengatakan Cile dalam keadaan perang setelah lima orang tewas saat sebuah pabrik di Santiago dibakar demonstran. Adapun dua perempuan tewas saat sebuah supermarket dibakar para penjarah.

Sejak kerusuhan sosial terbesar di Cile terjadi pada Jumat (18/10), sebanyak 1.500 orang telah ditahan. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More