Selasa 22 Oktober 2019, 09:30 WIB

Erdogan Janji Larang Rokok Elektronik di Turki

Antara | Internasional
Erdogan Janji Larang Rokok Elektronik di Turki

AFP/STRINGER/TURKISH PRESIDENTIAL PRESS OFFICE
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

PRESIDEN Turki Tayyip Erdogan, Minggu (20/10), mengatakan tidak akan pernah mengizinkan perusahaan rokok elektrik berproduksi di Turki. Dia kemudian meminta warga Turki memilih mengonsumsi teh ketimbang merokok.    

Berbicara di sebuah acara yang menentang merokok di Istanbul, Erdogan mengatakan ia telah memerintahkan Menteri Perdagangan agar jangan pernah mengizinkan rokok elektrik di Turki dan menyebut perusahaan tembakau 'memperkaya diri mereka dengan meracuni orang'.   

"Mereka meminta lahan dan izin untuk memproduksi (rokok elektrik) ini. Kami tidak memberi itu kepada mereka dan tidak akan pernah," tegas Erdogan tanpa menyebutkan perusahaan yang dimaksud.   

"Mereka ingin menanam saham di Turki. Pergi dan taruh saham di tempat lain," imbuhnya.    

Baca juga: Para Pejuang Kurdi Mulai Keluar dari Suriah Utara

Sekitar 27% dari total populasi Turki berusia di atas 15 tahun merokok pada 2016, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), turun dari sekitar 31% pada 2010, dengan mayoritas perokok pria.   

Kendati vaping bukan hal ilegal di Turki, pembelian atau distribusi rokok elektrik ilegal.

Meski demikian, banyak orang yang membeli rokok elektrik melalui distributor daring, yang juga menyediakan cairan untuk dimasukkan ke alat tersebut.    

Erdogan merupakan Muslim taat yang dikenal tidak suka alkohol dan merokok. Ia kerap mendesak warga Turki berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol..

Pada 2013, pemerintahannya melarang semua iklan, promosi, dan sponsor dari produk alkohol dan tembakau di Turki. Produk seperti itu kerap disensor dalam acara TV.    

"Mari kita tinggalkan rokok dan mulai minum teh Rize," kata Erdogan pada Minggu, mengacu pada teh yang berasal dari kampung halamannya di kawasan Laut Hitam.

"Saya tidak membuat banyak saran, tetapi sebagai presiden, Saya memberitahu mereka, yang saya sayangi bahwa ini haram," lanjutnya.    

Vaping, yang banyak dianggap sebagai alternatif lebih aman daripada merokok, sebagian besar tidak diatur. Namun, sejumlah negara termasuk Australia, Brasil, India, dan Jepang baru-baru ini melarang atau pun membatasi aspek pasar rokok elektrik, sementara Amerika Serikat mengumumkan rencana menarik rokok elektrik rasa dari peredaran. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More