Selasa 22 Oktober 2019, 07:49 WIB

Naruhito akan Dinobatkan Jadi Kaisar Jepang, Hari Ini

Marcheilla Ariesta | Internasional
Naruhito akan Dinobatkan Jadi Kaisar Jepang, Hari Ini

AFP/Thomas SAMSON
Kaisar Jepang Naruhito

 

KAISAR  baru Jepang Naruhito akan secara resmi dinobatkan dalam upacara tradisional, hari ini, Selasa (22/10). Meski demikian, Naruhito barus secara resmi mengemban tugasnya sebagai kaisar per 1 Mei 2019.

Peran barunya ini tidak akan lengkap jika tidak diumumkan secara resmi dalam serangkaian acara. Upacara penobatan Kaisar Naruhito direncanakan dihadiri perwakilan 180 negara, termasuk Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.

Dilansir dari Channel News Asia, upacara penobatan Naruhito terjadi sepekan usai Topan Hagibis menewaskan sedikitnya 80 orang. Topan itu juga meninggalkan jejak kerusakan di beberapa wilayah.

Bahkan, masih ada masyarakat yang mencari keluarga dan kerabat yang hilang akibat topan tersebut. Sebagian masyarakat juga masih tinggal di penampungan.

Melihat ini, pemerintah memilih menunda bagian penting dari upacara, yakni parade mobil terbuka. Parade tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan pasangan kerajaan ini kepada publik.

Meski demikian, sisa upacara akan tetap berjalan. Nantinya upacara akan dimulai dengan ritual yang dilakukan di balik pintu tertutup.

Baca juga: Publik Jepang Kritik Ritual Kekaisaran

Naruhito akan melaporkan proklamasinya kepada para dewa dan leluhur dalam dinasti kerajaan kuno.

Beberapa jam kemudian, ia dan istrinya, Permaisuri Masako, akan muncul di acara utama, yakni di aula Istana Kekaisaran, Pine Room.

Naruhito akan mengenakan pakaian seremonial yang didominasi jubah luar berlapis dengan warna coklat emas. Warna tersebut hanya dikenakan kaisar.

Sementara Masako akan mengenakan pakaian rumit yang dikenal dengan 'junihitoe', atau jubah berlapis-lapis. Jubah sutra sang permaisuri akan sangat berat sehingga dia akan sulit bergerak.

Upacara itu akan dilakukan di hadapan pedang dan permata kuno, bagian dari regalia kekaisaran. Konon, kedua benda itu diturunkan seorang dewi dan dianggap sebagai bukti penting dari legitimasi seorang kaisar.

Setelah kaisar selesai berpidato, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, akan berseru 'Banzai' yang berarti umur panjang Kaisar, selama tiga kali untuk menyelesaikan prosesi ini.

Kenaikan Naruhito menjadi kaisar ini memulai era baru di Negeri Matahari Terbit. Era ini disebut Reiwa yang berarti harmoni dan ketertiban.

Dilahirkan pada 23 Februari 1960, Naruhito adalah pangeran Jepang pertama yang hidup bersama orangtua dan saudara kandungnya sebelum dibesarkan pengasuh dan guru.

Naruhito sempat menimba ilmu selama dua tahun di Universitas Oxford, Inggris, setelah lulus gelar sarjana di Jepang.

Pada 1993, ia menikahi Masako Owada, yang otomatis menjadi permaisuri ketika Naruhito mengambil takhta Krisan.

Pada Mei 2019, Naruhito berharap ia menjadi kaisar yang selalu dekat dengan rakyat dan berbagi suka dan duka bersama. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More