Selasa 22 Oktober 2019, 01:00 WIB

Cile Perluas Kondisi Status Darurat

AFP/Uca/Hym/X-11 | Internasional
Cile Perluas Kondisi Status Darurat

Ludovic MARIN / AFP
Sebastian Pinera, Presiden Cile.

 

SETELAH pertemuan darurat pada Minggu (20/10) malam, pemerintah Cile memutuskan untuk memperluas status keadaan darurat. Menteri Dalam Negeri dan Pertahanan Cile, Andres Chadwick, mengumumkan dekrit baru yang dibuat untuk beberapa wilayah Cile.

Setelah lebih dulu status keadaan darurat diumumkan untuk Kota Santiago dan di­susul Valparaiso serta Concepcion, status keadaan darurat Cile kali ini dikenai bagi Kota Antofagasta, Valdivia, Valparaiso, Temuco, Punta Arenas, dan kota-kota lainnya.

Presiden Cile, Sebastian Pinera, mempertahankan keputusannya untuk membuat status keadaan darurat dan mengerahkan pasukan keamanan turun ke jalan-jalan di Cile, yang menjadi pertama kalinya sejak kepemimpinan diktator militer Cile, Augusto Pinochet, pada 1974-1990.

Sejumlah penerbangan juga dibatalkan sehingga calon penumpang terlunta di bandara.

“Demokrasi tidak hanya memiliki hak, tapi juga memiliki kewajiban untuk mempertahankan diri menggunakan semua instrumen yang ada dalam demokrasi itu sendiri dan supremasi hukum untuk meme­rangi mereka yang ingin menghancurkannya,” ujar Pinera, Minggu (20/10).

Demonstrasi yang awalnya memprotes kenaikan tarif kereta metro itu kemudian dengan cepat meluas menjadi kemarahan warga Cile atas kondisi ekonomi dan sosial karena jurang ketimpang­an sosial yang begitu menganga antara kaya dan miskin.

Meskipun tingkat pertumbuhan Cile diperkirakan mencapai 2,5% dari PDB tahun ini, beberapa indikator sosial, seperti kesehatan, pendidikan, dan uang pensiun menunjukkan ke­senjangan yang tinggi.

Presiden Sebastian Pinera­ pun sebelumnya telah mengimbau warga Cile yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara damai. Namun, tak mampu untuk mencegah terjadinya kerusuhan dan penjarahan lebih lanjut.

Demonstrasi yang telah memasuki hari ketiga ini diwarnai dengan aksi perusakan fasilitas umum di Cile oleh para demonstran, dari membakar bus umum, merusak dan membakar stasiun kereta metro, menghancurkan toko-toko, merobohkan lampu lalu lintas, serta terlibat bentrok dengan polisi antihuru-hara di Santiago maupun kota-kota lainnya di Cile.

Sementara itu, lima orang dilaporkan tewas setelah sebuah pabrik garmen dibakar para penjarah di dekat Ibu Kota Santiago. Sebelumnya, tiga orang tewas dalam serangan pembakaran di dua supermarket.

“Sangat menyedihkan apa yang terjadi, tapi orang-orang marah karena mereka tidak didengarkan,” tutur seorang warga Cile, Antonia. (AFP/Uca/Hym/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More