Senin 21 Oktober 2019, 20:05 WIB

Sosialisasi Penggunaan Kompor Induksi Diintensifkan

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Sosialisasi Penggunaan Kompor Induksi Diintensifkan

Dok. PLN
Ajang Embassy Cooking Cuisine dalam rangkain Trade Expo Indonesia 2019

 

SOSIALISASI dan cara teknis penggunaan kompor induksi perlu dilakukan secara berkala dan konsisten. Diharapkan pada akhirnya masyarakat akan mengetahui sejumlah kelebihan penggunaan kompor induksi, sehingga beralih dibanding penggunaan kompor gas.

Hal itu mengemuka dalam ajang Pangan Nusantara (Pangan Nusa) 2019 yang jadi rangkaian ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di ICE BSD, Tangerang, pekan lalu. Sosialisasi dilakukan Perkumpulan Penyelenggara  Jasaboga Indonesia (PPJI) lewat mata acara Embassy Cooking Competition  Indonesian Cuisine,

Komisioner (Konselor) Dagang Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade),Kantor Dagang pada Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia,Har Man Ahmad, mengaku mendukung penggunaan kompor listrik (induksi)

“Jadi kalau satu saat kehabisan gas, masih bisa menggunakan kompor  listrik untuk memasak," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Namun, ia mengingatkan, penggunaan kompor listrik perlu diperhatikan karena proses memasaknya berbeda dengan penggunaan kompor gas. Terutama soal durasi memasak.

Baca juga : Ini Pembangkit Listrik EBT yang akan diterapkan PLN di Papua

Sekretaris Kedua dari Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Nikita Ivanov mengatakan, dirinya juga mendukung penggunaan kompor listrik-induksi.

"Apalagi saat ini sebagian besar penduduk di Rusia juga sudah banyak yang menggunakan kompor listrik–induksi. Namun demikian masih banyak juga yang menggunakan kompor gas," kata Nikita

Anggota tim ekonomi kantor Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Cheistopher Agass mengemukakan penggunaan kompor induksi–listrik lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan kompor  gas.

Namun penggunaan kompor listrik lebih lama waktu memasaknya, dibanding menggunakan kompor gas. Begitu juga dalam hal harga, berbeda jauh dibanding apabila menggunakan kompor gas.

Secara terpisah Eric Rossi Pryo Nugroho selaku Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PLN Yogyakarta, usai penyelenggaraan Friday Innovation Night, mengemukakan, kesempatan tersebut digunakan oleh pihak PLN untuk mengenalkan tema besar electrical lifestyle yakni eco living–eco lifestyle-eco moving.

“Sebagai bagian dari electrical lifestyle, kami memperkenalkan penggunaan kompor induksi kepada masyarakat, (listrik) ini bebas polusi, menggunakan nyala api menjadi lebih aman, juga praktis, dan tinggal colok tanpa menggunakan tungku secara khusus, bahkan tidak menggunakan tabung gas," papar Eric.

Jika selama ini penggunaan tabung gas berpotensi bocor, sehingga harus memperhatikan kualitas tabung, maka itu tidak terjadi dengan adanya kompor induksi.

Penggunaan kompor induksi ini, bisa dikendalikan pada saat memasak, yakni dengan menggunakan timer (pengatur waktu).

Dengan menggunakan kompor listrik, selain dapat mengatur daya listrik, juga dapat sekaligus melakukan pekerjaan lainnya, seperti menonton televisi atau mengasuh anak bermain.

'Jadi dengan menggunakan kompor gas, nyala api bisa dikontrol. Tetapi dengan menggunakan kompor listrik, maka besarnya daya juga dapat dilihat (diatur). Sebab pada kompor listrik tercantum daya dari 160 watt sampai 2 ribu watt, sehingga dapat diatur sesuai kebutuhan," ujar Eric.

Eric menyatakan, penggunaan kompor induksi terlihat sudah marak di Yogyakarta. Beberapa restoran dan juga hotel di sana sudah banyak yang menggunakan kompor induksi–listrik. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More