Senin 21 Oktober 2019, 21:25 WIB

Polisi Tahan Pemilik Mobil B 1 RI Halangi Tamu Negara

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi Tahan Pemilik Mobil B 1 RI Halangi Tamu Negara

MI/Tosiani
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

 

KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya menahan pemilik mobil bernomor polisi B 1 RI. Mobil itu diketahui menghalangi tamu negara saat acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu (20/10) kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyebut pemilik mobil tersebut mengaku orang penting.

"Profesor Doktor, ngakunya seperti itu. Irwannur Latubual Phd. Depannya doktor, belakangnya ada Phd," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/10).

Saat diperiksa, kata Argo, polisi mengamankan barang bukti senjata tajam berupa parang di dalam mobil tersebut.

"Barang bukti parang dan juga di mobil itu ditemukan pelat mobil yang diduga palsu B 1 RI," ujar Argo.

Polisi sudah melakukan penahanan terhadap Irwannur dengan Undang-Undang Darurat karena menguasai senjata tajam. Polisi juga menemukan sebuah undangan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berwarna merah.


Baca juga: Calon Perusuh Siapkan Monyet untuk Gagalkan Pelantikan Presiden


Dari hasil pendalaman, Irwannur mengaku bahwa ia mendapatkan undangan tersebut dengan cara membeli.

"Undangan warna merah sedang kita cek, dia katanya beli. Tapi karena tersangka sedang kita interogasi masih tidak konsisten jawabnnya. Tapi undangan itu dia bilang membeli biar bisa ikut pelantikan," sebut Argo.

Argo juga mengatakan ia membeli undangan tersebut agar dipandang sebagai orang hebat.

"Orang top yang bisa masuk atau diundang pelantikan presiden," lanjutnya.

Pihak kepolisian masih mendalami apakah Irwannur pernah melakukan tindakan kriminal lain sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, mobil Nissan Terra berwarna putih milik Irwannur diparkir di depan lobi Hotel Raffless, Kuningan, Jakarta, sejak Sabtu (19/10) malam. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More