Senin 21 Oktober 2019, 21:12 WIB

Kenaikan Tarif Penyeberangan Tak Berdampak pada Harga Barang

Wibowo Sangkala | Nusantara
Kenaikan Tarif Penyeberangan Tak Berdampak pada Harga Barang

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Transporasti angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni.

 

ANGGOTA DPR-RI periode 2014-2019 Bambang Soekartono memperkirakan dampak kenaikan tarif angkutan penyeberangan laut tidak signifikan terhadap harga barang yang diangkut sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Sebagai gambaran angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni, kata Bambang, apabila sebuah truk mengangkut 30 ton beras atau senilai Rp300 juta atau 30 ton x harga beras Rp10.000 per kg, akan  membayar tarif Rp150 ribu lebih tinggi dari sebelumnya, berarti dampak kenaikan tarif itu terhadap harga beras hanya Rp5 per kg atau 0,005%.

“Kenaikan itu mungkin sangat kecil bagi pemilik barang, tetapi bagi operator angkutan penyeberangan sangat besar artinya untuk menjaga kelangsungan usaha dan keselamatan nyawa publik,” ujar Bambang.

Wakil Rakyat yang pernah mendapat penghargaan terapresiatif 2019 dari media parlemen tersebut  mendesak pemerintah menutupi kekurangan biaya operasional penyeberangan dengan menyuntikkan subsidi atau PSO (public service obligation) apabila kenaikan tarif di bawah kesepakatan dengan Gapasdap.

Bambang menilai subsidi tersebut merupakan hal wajar dan sudah seharusnya sebab angkutan penyeberangan merupakan bagian dari infrastruktur layaknya jalan atau jembatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Angkutan penyeberangan sangat vital, bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga sekaligus alat angkutnya. Pelaku usaha sektor ini sesungguhnya telah membantu pemerintah menyediakan infrastruktur,” ujar Bambang. (WS/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More