Senin 21 Oktober 2019, 19:50 WIB

DKI Targetkan Pembangunan Trotoar Hingga 100 KM Pertahun

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
DKI Targetkan Pembangunan Trotoar Hingga 100 KM Pertahun

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Pembangunan trotoar di Jalan Keramar Raya, Jakarta.

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan percepatan pembangunan trotoar hingga hampir dua kali lipat 2021. Pembangunan trotoar yang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) 2017-2022 adalah 60km pertahun.

Sementara realisasinya pada 2017 trotoar yang berhasil dibangun adalah sepanjang 78km. Pada 2018 sepanjang 118 km trotoar terbangun dan tahun ini pembangunan trotoar yang sudah selesai sepanjang 67km.

Sementara itu total panjang trotoar yang harus dibangun ialah 2600km. Dengan target tersebut saat ini baru 16% trotoar di DKI yang sudah dibangun.

"Mungkin barangkali akan kita revisi rencana strategisnya, minimal harusnya pertahun 100 km. Artinya 20 tahun baru trotoar di DKI ideal sesuai dengan harapan kita," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho di Balai Kota, Senin (21/10).

Dinas Bina Marga DKI Jakarta pun akan mulai membuat Roadmap untuk membangun trotoar itu dengan skala prioritas dan kriteria-kriteria yang akan dibangun.

Hari mencontohkan pada rencana di 2020 akan pembangunan trotoar di kawasan yang bersinggungan dengan angkutan massal Moda Raya Terpadu rute Lebak Bulus-Bundaran HI sampai Kota Tua.

"Artinya mengintegrasikan pejalan kaki dimudahkan di dalam akan menuju ke transportasi umum. Jadi trotoar tadi mengitegrasikan MRT, LRT, Transjakarta maupun KRL. Jadi selain kita bangun di arterinya, kita juga akan buat jalan kolektornya," tukasnya.

Dengan turut membangun pedestrian di jalur penghubung, Hari berharap masyarakat akan semakin mudah bergerak ke angkutan massal. Tidak hanya itu, trotoar nantinya juga akan dibangun di jalan-jalan protokol.

"Selain itu kita juga bangun di Jalan MT Haryono di sana akan ada Stasiun LRT Cawang. Kita akan bangun di MT Haryono, Gatot Subroto, dan Rasuna Said. Ini 2020, Ada LRT Cawang, Kuningan, Sumantri," tandasnya.

Penataan trotoar yang masif diharapkan membuat warga semakin nyaman beraktivitas. Hal ini mempertegas Pemprov DKI serius menata Jakarta meski tidak lagi menjadi Ibu Kota.

"Nanti kalau sudah 100% peta Jakarta sudah terlingkupi dengan trotoar yang ideal. Walaupun tidak mnjadi ibukota lagi, tapi bisa menjadi kota pusat kegiatan atau kota service yang humanis," tuturnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More