Senin 21 Oktober 2019, 13:10 WIB

BMKG: Perbedaan Suhu Ekstrem Picu Angin Kencang di Kota Batu

Heri Susetyo | Nusantara
BMKG: Perbedaan Suhu Ekstrem Picu Angin Kencang di Kota Batu

Dok BPBD Kota Batu
Angin kencang melanda Kota Batu akibat cuaca sangat ekstrem.

 

BADAN Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaJuanda menganalisa penyebab terjadinya angin kencang di sejumlah wilayah di Kota Batu. Hasil analisa akibat kemarau berkepanjangan serta peristiwa kebakaran sehingga menimbulkan perbedaan suhu ekstrem. Angin kencang ini juga dipengaruhi anging radient dari arah timur yang kecepatannya cenderung meningkat karena perbedaan tekanan udara antara benua Australia dan Asia.

Masyarakat di tiga desa di Kecamatan Bumiaji Kota Batu dikejutkan dengan munculnya angin kencang bercampur debu pada Minggu malam (20/10). Sebab kekuatan angin saat itu mampu merobohkan sejumlah pohon, merusak bangunan rumah, fasilitas umum, jaringan komunikasi dan jaringan listrik.

Menurut prakirawan BMKG Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Tonny Setyawan, terjadinya peristiwa itu dipicu kemarau berkepanjangan. Apalagi selama musim kemarau, di lokasi munculnya angin kencang tidak pernah diguyur hujan sama sekali di atas 60 hari.

Kemarau berkepanjangan tersebut menimbulkan terjadinya kebakaran hutan di wilayah lereng Gunung Arjuno. Kebakaran hutan ini memicu munculnya perbedaan suhu ekstrem sehingga terjadi angin kencang di atas kecepatan rata-rata.

baca juga: Ribuan Warga Korban Bencana Angin Masih Mengungsi

"Perbedaan tekanan udara permukaan bisa mencapai 9 milibar," kata Tonny, Senin (21/10).

Selain itu, kata Tonny, ada percepatan angin di Laut Arafura dengan kecepatan 55 hingga 85 kilometer per jam. Padahal di wilayah daratan Jawa Timur kecepatan anginnya hanya 25 hingga 55 kilometer per jam. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More