Senin 21 Oktober 2019, 12:33 WIB

Kasus Pelindo II, KPK Panggil Adik Bambang Widjojanto

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Kasus Pelindo II, KPK Panggil Adik Bambang Widjojanto

Antara
Mantan Senior Manajer Peralatan PT Pelindo II (Persero) Haryadi Budi Kuncoro bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II yang menjerat mantan direktur utama RJ Lino. KPK memeriksa mantan Senior Manajer Peralatan PT Pelindo II, Haryadi Budi Kuncoro.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RJL (RJ Lino)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (21/10).

Selain memanggil Haryadi yang merupakan adik mantan komisioner KPK Bambang Widjojanto, komisi juga mengagendakan pemeriksaan saksi lain yakni seorang pihak swasta Ferialdy Noerlan. Dia juga dipanggil sebagai saksi untuk RJ Lino. Pekan lalu, komisi antirasuah juga memanggil Direktur Teknik PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia Mashudi Sanyoto.

Dalam kasus korupsi di perusahaan plat merah itu, Haryadi dan Ferialdy sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan crane yang ditangani Bareskrim Polri. Keduanya juga telah divonis bersalah oleh pengadilan. Adapun RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka sejak Desember 2015 lalu. Dalam kasus itu, Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi dirut perusahaan pelat merah itu untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Penyalahgunaan kewenangan itu terkait dengan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC. Proyek pengadaan itu diketahui bernilai sekitar Rp100 miliar.

baca juga: Ditawari Menteri, Nadiem Mundur dari GoJek

Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus itu ditangani KPK sejak Desember 2015. Namun, pengusutannya hingga kini belum juga rampung. Penyidik bahkan belum menahan Lino. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Laporan Gratifikasi Lebaran ke KPK Tahun ini Capai Rp62,8 Juta

👤Antara 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:50 WIB
Barang gratifikasi masih berkisar pada parsel makanan, barang pecah belah, voucher, dan uang dengan nilai laporan terendah Rp50 ribu hingga...
Dok.MI

Pengamat: Simpatisan IS Penyerang Polsek Daha Teroris Terlatih

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:35 WIB
Kelompok penyerang sengaja memilih waktu dini hari untuk mencari kelengahan...
Sketsa MI

Muhammadiyah Ajak Pejabat Negara Pelopori Pengamalan Pancasila

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:24 WIB
Para penyelenggara negara hendaknya lebih bersungguh-sungguh melaksanakan Pancasila, terutama sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya