Senin 21 Oktober 2019, 08:05 WIB

Revolusi Hijau Kalsel Jadi Contoh Daerah Lain

Denny Susanto | Nusantara
Revolusi Hijau Kalsel Jadi Contoh Daerah Lain

MI/Denny Susanto
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melakukan kegiatan penanaman pohon bagian dari kegiatan Revolusi Hijau.

 

PEMPROV Kalimantan Selatan berhasil memperbaiki Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dalam tiga tahun terakhir dari posisi 26 menjadi posisi 19 di Indonesia. Gerakan penanaman pohon besar-besaran yang disebut Revolusi Hijau menjadi salah satu capaian utama keberhasilan pembangunan bidang kehutanan di Kalsel. Program Revolusi Hijau yang digalakkan Pemprov Kalsel kini menjadi percontohan bagi provinsi lain.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Senin (21/10), mengatakan program revolusi hijau berupa kegiatan penanaman pohon besar-besaran bertujuan untuk mengurangi luasan lahan kritis, pemulihan DAS serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Revolusi Hijau telah berhasil mengurangi luas lahan kritis di Kalsel dari 649.000 hektar menjadi 511.000 hektar dalam tiga tahun terakhir.

Kalsel menargetkan pemulihan kerusakan kawasan hutan dan lahan ini sebagai upaya menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Setiap tahun kegiatan penanaman pohon yang dilakukan pemerintah, swasta dan masyarakat mencapai lebih 35 ribu hektar. Saat ini IKLH Kalsel meningkat dari posisi 26 menjadi 19.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan konsep revolusi hijau adalah bagaimana menciptakan hutan dan potensi di dalamnya dapat menyejahterakan masyarakat dengan mengedepankan pelestarian lingkungan. Di samping itu Kalsel kini tengah berupaya mengembangkan sektor wisata alam Pegunungan Meratus dan menjadikan kawasan itu sebagai taman bumi dunia (global geopark) yang diakui Unesco.

Pada bagian lain Pemprov Kalsel dengan dukungan TNI-Polri dan masyarakat dinilai berhasil dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya lahan gambut di wilayah Guntung Damar, Kota Banjarbaru atau sekitar bandara Syamsuddin Noor. Melalui inovasi pembuatan kanalisasi dengan sistem buka tutup saluran irigasi sekunder Cindai Alus, Kabupaten Banjar. Kegiatan pembasahan lahan gambut ini dengan cara mengalirkan air ke areal lahan gambut yang terbakar seluas 900 hektar.

baca juga: Bersiap Hadapi Banjir dan Longsor

"Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut dengan cara menenggelamkan kawasan gambut yang terbakar cukup berhasil," kata Hanidf.

Untuk mencegah karhutla, Pemprov Kalsel akan membangun pintu-pintu air secara permanen untuk mengaliri air sekat kanal dan embung. Sehingga saat terjadi kebakaran gambut cepat diatasi. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More