Senin 21 Oktober 2019, 01:20 WIB

PB Djarum Cari Bibit di Surabaya

Ykb/R-1 | Olahraga
PB Djarum Cari Bibit di Surabaya

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin.

PENCARIAN bibit pebulu tangkis berbakat terus dilakukan PB Dja­rum. Kali ini, giliran Kota Surabaya yang menjadi tuan rumah ajang Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019. Ajang pencarian bibit pebulu tangkis berbakat itu digelar di GOR Sudirman, ­Surabaya, pada 20-22 Oktober 2019.

“Wilayah Surabaya dan Jawa Timur merupakan lumbung bibit pebulu tangkis yang berkualitas yang sudah terbukti di level dunia. Untuk itu, kami kembali lagi ke Surabaya demi menemukan pahlawan bulu tangkis baru bagi Indonesia di masa mendatang.” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, kemarin.

Berbeda dengan audisi tahun lalu, Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 difokuskan pada dua kelompok usia, yakni U-11 dan U-13 putra-putri. Dengan fokus pada dua kategori tersebut, PB Djarum berharap bisa secara maksimal mengasah bakat dan mental para atlet sejak dini.

Ketua Tim Pencari Bakat, Christian Hadinata, mengatakan proses audisi umum di Surabaya akan dipantau langsung oleh Tim ­Pencari Bakat yang berisikan legenda bulu tangkis dan juga pelatih PB Djarum.

Selain Christian, tim pencari bakat diisi Sigit Budiarto, Hastomo Arbi, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Denny Kantono, Fung Permadi, Lilyana Natsir, Engga Setiawan, Yudha Wiratama, Reni, Juniar Setioko Tenggono, Ronald Sanduan, dan Imam Tohari.

“Tim Pencari Bakat akan terjun langsung memantau bakat istimewa para peserta baik dari segi teknik, skill, hingga postur tubuh. Tapi bila ada pemain yang memiliki bakat istimewa lainnya, kami juga membuka pintu untuk bergabung dan berlatih sebagai atlet PB Djarum,” tutur Christian.

Anggota lain Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, mengatakan fokus mencari atlet muda spesifik yang punya kecepatan, kelincahan, dan kecerdasan.

Tak hanya itu, di tengah pasang-surutnya prestasi tunggal putri di Indonesia, Sigit ingin audisi bisa menjadi salah satu cara untuk kembali melahirkan bibit-bibit muda berprestasi, khususnya di tunggal putri.

“Tunggal putri agak sedikit sulit, tapi bukan berarti jatah tiket mereka diperbanyak. Kita lihat kualitas dulu. Kalau kurang bagus, ya otomatis tak akan ambil banyak juga,” ujarnya. (Ykb/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More