Senin 21 Oktober 2019, 00:40 WIB

Bersiap Hadapi Banjir dan Longsor

YH/DG/RF/BB/BN/AD/PO/MY/DY/N-2 | Nusantara
Bersiap Hadapi Banjir dan Longsor

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Bencana longsor di Tasikmalaya.

 

BENCANA akibat musim kemarau sudah berlalu dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, karena hujan sudah sering datang. Namun, Bupati Hendrajoni tetap menyimpan rasa khawatir karena 18 dari 19 sungai di wilayahnya rawan meluap.

“Sungai-sungai itu membelah 15 kecamat­an dari utara hingga selatan. Tumpukan sedimen dan kondisi sungai yang banyak kelokan membuat air hujan tidak tertampung dan rawan mendatangkan banjir,” ungkapnya, kemarin.

Semua sungai itu memiliki kecuraman yang tinggi sehingga mendatangkan arus besar karena berhulu di Pegunungan Bukit Barisan. “Kondisi ini harus disikapi masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan sudah memetakan wilayah rawan bencana sehingga dampak dan jumlah korban bisa diminimalkan. Hujan di wilayah ini juga berpotensi mendatangkan longsor.

Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, juga menghadapi masalah yang sama. “Setidaknya ada 15 kecamatan yang rawan longsor. Daerah yang paling aman dari bahaya itu hanya Kecamatan Batujajar, yang posisinya relatif landai,” kata Kabid Pencegahan BPBD Agus Rudianto.

Daerah yang sangat rawan ialah Kecamat­an Cililin, Sindangkerta, dan Cipongkor di selatan dan Lembang serta Parongpong di utara. Tahun lalu, pada musim penghujan, longsor dan pergerakan tanah terjadi di hampir semua wilayah.

“Kami segera menggelar rapat koordinasi untuk menemukan solusi dan antisipasi. Kami berharap dengan antisipasi yang baik, dampak bencana bagi masyarakat bisa ditekan semaksimal mungkin,” tambah Agus.

Tiga daerah di Bangka Belitung juga rawan banjir. Kepala BPBD Mikron Antariksa menyebut ancaman itu ada di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat dan Belitung Timur.

“Ketiga daerah itu dilanda banjir besar tahun lalu. Banyak warga harus mengungsi dan kerugian materiel juga besar. Antisipasi harus dilakukan warga dengan tidak membuang sampah sembarangan ke salur­an air atau ke sungai,” ungkapnya.

Tidak hanya pemerintah daerah, datangnya musim penghujan juga membuat Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus berbenah. Pasalnya, pipa air bersih berpotensi tertutup tanah longsor.

“Ada beberapa titik yang harus kami waspadai. Pekan lalu, saat hujan awal turun, tanah longsor sudah menyebabkan kerusakan pipa di Desa Cirumput, Cugenang, sehingga 5.000-an pelanggan terdampak,” ujar Dirut Tirta Mukti, Budi Karyawan. (YH/DG/RF/BB/BN/AD/PO/MY/DY/N-2)

Baca Juga

antara

PSBB Malang Raya Berakhir Hari ini

👤RO/Micom 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 19:07 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan PSBB Malang Raya berakhir Sabtu (30/5) dan tidak akan...
dok pemprov jatim

Sinergitas Dan Integritas Kunci Penanganan Covid-19

👤RO/Micom 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:58 WIB
Hal ini yang menjadi penyatu langkah bagi jajaran Forkopimda Jatim untuk meningkatkan sinergitas di semua...
Antara

Covid-19 Tersebar di Papua Berawal dari Tempat Togel

👤Marcelinus Kelen 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:54 WIB
"Dari yang sedang dirawat ini, ada 109 pasien per hari ini dirawat di Hotel Sahid karena rumah sakit di kota ini penuh. Ini kita masih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya