Minggu 20 Oktober 2019, 19:00 WIB

Peneliti Uhamka Jajaki Penggunaan fNIRS ke Malaysia

mediaindoneisa.com | Humaniora
 Peneliti Uhamka Jajaki Penggunaan fNIRS ke Malaysia

Dok. Uhamka
kunjugan delegasi Uhamka ke UTP Malaysia

 

UNIVERSITAS Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (Uhamka) mengirimkan penelitinya yang juga Direktur Pusat Neurosains Uhamka (PNU) Rizki Edmi Edison ke Universiti Teknologi Malaysia (UTP) untuk menjajaki penggunaan teknologi functional Near-Infrared Spectroscopy atau fNIRS.

Teknologi tersebut merupakan intrumen pencitraan otak dengan pemanfaatan sinar infra merah.yang dimiliki Center for Intelligence Signal and Imaging Research (CISIR) UTP. Kunjungan pada 14-15 Okttober itu juga jadi tindak lanjut dari MoU antara Uhamka dan UTP.

“Banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut. Tetapi saya seperti bertemu dengan orang-orang seperguruan. Terutama saat bicara fNIRS mereka langsung mengarah ke Jichi Medical University atau JMU, Hitachi Medical, Prof Watanabe dan Prof Dan,” jelas Rizki Edmi dalam keterangan tertulisnya.

Pada pertemuan tersebut Rizki Edmi mengaku diminta menjadi adjunct lecturer di UTP.

Baca juga : Uhamka-Chulalongkorn University Kolaborasi Penelitian Halal

“Alhasil, di hari kedua, saya mengajar di dua kelas berbeda, pagi dan sore. Di sela-sela jam mengajar, menghadiri konferensi IEEE Malaysia sebagai tamu dan presentasi kandidat doktor UTP tentang riset otak. InsyaAllah, akan ada publikasi baru, walau saya tahu bakal makan waktu tak sebentar,” ujarnya.

Menurutnya CISIR telah maju dengan teknologi fNIRS. Sebuah teknologi yang dulu dipelajari oleh mereka dijenjang pendidikan S3, tetapi kini mahasiswa S1 pun sudah mulai mempelajari.

Dalam kunjungan tersebut Rizki Edmi sekaligus mengantarkan mahasiswa Uhamka untuk magang dalam program student exchange. Para mahasiswa magang PNU ditugaskan belajar di CISIR UTP.

Untuk periode pertama mereka akan belajar selama dua pekan dan periode kedua selama 1 bulan penuh. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More