Minggu 20 Oktober 2019, 20:14 WIB

PR Tim Ekonomi Jokowi-Amin : Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 7%-8%

Ihfa Firdausya | Ekonomi
PR Tim Ekonomi Jokowi-Amin : Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 7%-8%

Antara/Sigid Kurniawan
Pembangunan LRT di Kuningan, Jakarta yang jadi salah satu upaya memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia

 

TANTANGAN utama tim ekonomi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat ini ialah mewujudkan pertumbuhan ekonomi di angka 7%-8% dalam lima tahun ke depan.

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, hal itu menjadi tantangan berat mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir selalu berada di sekitar 5%/. Pemerintah pun hngga 2020 nanti hanya mematok pertumbuhan 5,3%.

"Pertumbuhan 5% tidak cukup dan akan membawa negara ini ke persoalan besar: menumpuknya pengangguran, meningkatnya kemiskinan, dan melebarnya jurang ketimpangan," ungkap Piter kepada Media Indonesia, Minggu (20/10).

Ia mengakui pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata 7 hingga 8 persen adalah tugas yang sangat tidak mudah dengan semua kondisi eksternal dan internal yang tidak mendukung.

Baca juga : Tim Ekonomi Kabinet Baru Harus Berpola Pikir Pengusaha

"Tapi sesungguhnya pertumbuhan rata-rata 7 sampai 8 persen selama lima tahun ke depan bukan tidak mungkin," katanya.

Sementara itu, Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai proses politik akan mempengaruhi kebijakan ekonomi yang dikeluarkan tim ekonomi di kabinet mendatang.

Menurutnya, harus dilihat terlebih dahulu apakah kabinet yang akan dibentuk masih tetap memiliki orang-orang yang berasal dari teknokrat di posisi kunci atau tidak.

"Kalau banyak isinya politisi apalagi di posisi-posisi kunci, kemungkinan proses ekonomi-politiknya akan jadi lebih berat. Akan lebih banyak pertimbangan-pertimbangan politiknya dibandingkan dengan pertimbangan secara normatif," terang Yose.

"Idealnya adalah orang-orang yang mempunyai beban politik lebih sedikit," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More