Minggu 20 Oktober 2019, 19:35 WIB

Respons Pidato Jokowi, PBNU: SDM Penting Hadapi Revolusi Industri

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Respons Pidato Jokowi, PBNU: SDM Penting Hadapi Revolusi Industri

MI/Bary Fatahillah
Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siradj

 

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendoakan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mampu menjalankan tugasnya, sebagai presiden dan wakil presiden RI 2019-2024m khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Said menilai hal itu penting karena sebagai modal menghadapi era revolusi industri keempat dan persaingan global.

"Yang pertama saya ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan kiai Maruf Amin yang telah dilantik pada hari minggu ini. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan lahir batin kepada beliau berdua agar mampu menjalankan amanah yang besar dan mulia yang kita nantikan," terangnya usai menghadiri pelantikan Jokowi-Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10).

Baca juga : Rencana Pangkas Tingkatan Eselon, Pakar : Bisa Ciptakan Efisiensi

Menurut dia, isi pidato Jokowi usai dilantik menjadi Presiden juga sangat baik karena mengutarakan target yang tinggi. Tapi Jokowi juga mengingatkan rakyatnya untuk mampu menghadapi tantangan yang akan dihadapi.

Oleh sebab itu ia meminta Jokowi-Amin berkonsentrasi membangun mutu SDM. Hal itu merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan masa depan dan NU telah mempersiapkannya dengan program santri melek teknologi, selain memahami ajaran agama.

"Ke depan, kita masuk era yang menantang, era revolusi industri 4.0, tentu SDM harus kita dorong, supaya tidak kalah dengan internasional. Kita semuanya harus melek teknologi, terutama kami di NU sudah menggalakkan hal itu terhadap para santri di pesantren, jadi bukan hanya ahli agama tapi juga memahami teknologi," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More