Minggu 20 Oktober 2019, 18:02 WIB

Ketua MPR Ingin Pancasila Jadi Kurikulum Wajib Pendidikan

Ketua MPR Ingin Pancasila Jadi Kurikulum Wajib Pendidikan

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) memimpin upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

 

KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyebut Pancasila harus masuk kembali ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia untuk memantapkan ideologi bangsa.

"Keputusan Presiden itu harus menjadi dokumen akademis yang mewarnai proses pendidikan Pancasila di lembaga-lembaga pendidikan formal," ujar Ketua MPR dalam pidato saat sidang paripurna pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma"ruf Amin di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu.

Pendidikan Pancasila, ujarnya, harus dimasukkan ke semua tingkat pendidikan dari pendidikan anak usia dini hingga ke tingkat perguruan tinggi.

Menurut dia, pelajaran Pancasila wajib dimasukkan kembali ke dalam kurikulum sistem pendidikan nasional di semua jenjang pendidikan baik di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi umum maupun sekolah-sekolah dan perguruan tinggi agama.

Baca juga: Pembangunan SDM Prioritas Jokowi 5 Tahun Mendatang

Dia memuji komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjaga idealisme bangsa dengan menetapkan Hari Kelahiran Pancasila dan membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Keputusan tersebut, ujarnya, menunjukkan Pancasila sebagai dasar negara dan menjadi bintang penuntun ke mana arah tujuan bangsa.

Pemerintah sendiri tidak akan membuat keputusan Presiden sebagai dokumen historis yang hanya akan disimpan. Tetapi juga akan menjadi difungsikan menjadi dokumen hukum dalam setiap pembentukan perundang-undangan.

Tidak hanya itu, BPIB dan Badan Sosialisasi empat pilar MPR akan semakin mengoptimalkan peran dan tanggung jawab negara untuk mempertahankan ideologi bangsa Pancasila.

"Lebih dari pada itu ke depan kita perlu mempunyai payung hukum yang kokoh dalam bentuk undang-undang mengenai pembinaan ideologi Pancasila," ujarnya.Joko Widodo dan Ma"ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada Minggu, 20 Oktober 2019 dalam seremoni yang diselenggarakan di Gedung MPR/DPR.

Pelantikan itu dihadiri berbagai tokoh negara seperti Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Hadir pula dalam acara tersebut Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang merupakan lawan Jokowi dan Ma"ruf di Pemilihan Presiden 2019.(OL-4)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Ini Jejak Kasus Buronan Pembobolan Bank Maria Pauline Lumowa

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:53 WIB
Pada September 2003, Maria terbang ke Singapura sebulan sebelum ditetapkan...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Yasonna Sebut Proses Ekstradisi Maria Pauline Berjalan Lancar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 09 Juli 2020, 11:45 WIB
"Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tidak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua...
ANTARA/Reno Esnir

Komisi III Apresiasi Ekstradisi Buronan Pembobol BNI

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 09 Juli 2020, 10:29 WIB
Maria Pauline Lumowa sebelumnya menggondol uang senilai Rp1,7 triliun dari BNI dengan Letter of Credit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya