Minggu 20 Oktober 2019, 15:36 WIB

Pemimpin Catalonia Desak Pembicaraan dengan Madrid

Melalusa Susthira K | Internasional
Pemimpin Catalonia Desak Pembicaraan dengan Madrid

AFP/Lluis Gene
Seorang demonstran prokemerdekaan mengangkat poster bertuliskan 'Kami Orang yang Damai' saat berunjuk rasa di Barcelona, Catalonia.

 

BARCELONA kembali relatif tenang setelah demonstrasi menentang pemenjaraan para pemimpin Catalonia berlangsung hampir sepekan. Demonstran prokemerdekaan Catalonia menuntut diadakannya pembicaraan baru antara pemimpin mereka dengan Pemerintah Spanyol.

Presiden Catalonia Quim Torra meminta pemerintah Spanyol untuk duduk bersama melangsungkan pembicaraan tanpa syarat dengan pihaknya.

"Kami mendesak pemerintah Spanyol untuk duduk di meja perundingan untuk berbicara," tutur Torra kepada wartawan.

Torra pun telah meminta demonstran untuk tetap tenang agar pembicaraan dengan Madrid dapat terlaksana.

"Perjuangan atas hak dan kebebasan harus selalu dinyatakan secara damai," tambahnya.

Pemerintah Spanyol menyambut tawaran dari Torra dengan meminta Torra untuk mengutuk kekerasan terlebih dahulu yang belum ia lakukan sejak awal demontrasi pecah, sembari mengatakan bahwa Madrid selalu terbuka untuk berdialog.

"Madrid selalu terbuka untuk berdialog dalam rangka menghormati hukum," pungkas Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam sebuah pernyataan.

Puluhan aktivis prokemerdekaan Catalonia pun membentuk rantai yang membatasi polisi dan demonstran di alun-alun Urquinaona, Barcelona, setelah bentrokan terjadi sepanjang malam yang menyebabkan hampir 200 orang terluka.

"Saya menolak semua bentuk kekerasan, saya datang ke sini untuk perdamaian," ujar Carmen Fernandez kepada AFP, Sabtu (19/10).

Namun yang terjadi di Las Rambla, Barcelona, justru sebaliknya. Para demonstran membuat barikade dan menyalakan api sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi yang menembakkan proyektil busa.

Sementara sebagian besar demonstran tampak damai, gerombolan demonstran muda lainnya mengamuk di dekat markas polisi pada Sabtu (19/10).

Aksi tersebut memicu kobaran api besar ketika polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Kebakaran lainnya juga terjadi di dekat Plaza de Catalunya di Las Ramblas, Barcelona.

Sepanjang Jumat (18/10) malam sebelumnya, kelompok separatis Catalonia radikal melemparkan batu dan kembang api ke arah polisi. Polisi kemudian balik membalas dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran.

Barcelona telah diguncang oleh demonstrasi besar hampir sepekan menentang pemenjaraan 9 pemimpin separatis pengadilan Spanyol atas tuduhan penghasutan atas upaya kemerdekaan Catalonia yang gagal pada 2017 lalu.

Layanan darurat menyebut 152 orang terluka dalam bentrokan di Barcelona, Sabtu (19/10). Sementara itu, puluhan orang lainnya terluka di Catalonia. Adapun pihak berwenang melaporkan 500 orang terluka sejak demonstrasi dimulai Senin (14/10). (AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More