Minggu 20 Oktober 2019, 15:10 WIB

Surya Paloh dan Prabowo Akrab Berbincang Jelang Pelantikan

Whisnu Mardiansyah | Politik dan Hukum
Surya Paloh dan Prabowo Akrab Berbincang Jelang Pelantikan

MI/ BARY FATHAHILAH
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (baju koko putih) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

 

PELANTIKAN Presiden dan Wakil Presiden menjadi momentum ajang pertemuan para elite politik dan ketua umum partai. Untuk kali kedua, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Kerua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersua.

Prabowo Subianto tiba lebih dahulu tiba di ruang rapat paripurna Nusantara tempat pelantikan berlangsung. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh masuk berbarengan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Satu per satu para tamu disalami Surya Paloh dimulai dari Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Namun, ada yang berbeda saat Surya Paloh menyalami Prabowo. Keduanya tampak berbincang cukup lama. Prabowo sesekali menepuk punggung Surya Paloh bak kawan lama yang tak lama bersua.

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan secara resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 sore ini. Jokowi-Ma'ruf diambil sumpahnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dihadiri oleh 17 tamu negara. Di antaranya Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan dan Wakil Presiden Republik Sosialis Vietnam Dang Thi Ngoc Thinh.

Presiden Joko Widodo terpilih untuk kedua kalinya dalam pemilihan presiden 2019. Ia mengalahkan rivalnya yang sama di Pilpres 2014 lalu Prabowo Subianto. Jokowi memenangkan Pilpres 2019 dengan raihan suara 55 persen suara nasional.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More