Minggu 20 Oktober 2019, 07:34 WIB

Warga Aceh Berharap JK Hadiri Peringatan 15 Tahun Tsunami

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Warga Aceh Berharap JK Hadiri Peringatan 15 Tahun Tsunami

Antara
Pasca bencana gempa dan tsunami di Aceh, banyak rambu-rambu peringatan dipasang agar masyarakat mewaspadainya.

 

MENJELANG dua bulan lagi peringatan 15 tahun tsunami, masyarakat di Provinsi Aceh, mengharapkan kehadiran Jusuf Kalla.  Upacara yang akan berlangsung pada 25 Desember 2019 direncanakan lebih bersejarah dan bermakna. Kerinduan warga di bumi Serambi Mekkah terhadap Wakil Presiden dua periode tersebut, karena mengingat jasanya ketika hari-hari pertama pasca gempa dan gelombang besar meluluh lantakkan kawasan pesisir Aceh 26 Desember 2004 kala itu.

Berbagai kalangan menyampaikan harapan itu agar Jusuf Kalla berkenan menghadiri menghadiri upacara detik-detik renungan terhadap korban bencana gempa dan tsunami di Aceh. Masyarakat Aceh dan keluarga korban tsunami ingin bernostagia dengan tokoh asal Makassar tersebut.

"Dengan sikap tegas dan berani, atas nama Wakil Presiden, Jusuf Kalla langsung mengambil kebijakan tepat untuk menyelamatkan yang masih hidup serta menangani segera korban meninggal. Padahal JK baru dua bulan menjadi Wapres," kata Nurbaiti, pemerhati masalah sosial, pendidikan dan keluarga di Aceh, kepada Media Indonesia, Minggu (20/10).

Dikatakan Nurbaiti, penanganan cepat pasca tsunami dan konflik bersenjata di Aceh, tidak bisa dipisahkan dari Jusuf Kalla. Ia menyebutkan pada hari pertama setelah gempa dan tsunami yang menewaskan lebih 160.000 jiwa itu, JK langsung memimpin rapat para mentri kabinet yang ada, > untuk segera menangani Aceh. Bahkah mengambil tindakan tegas dengan > memerintahkan perwakilan kementerian sosial dan perwakilan kementerian untuk berangkat ke Aceh pada 27 Desember 2004 untuk mengirimkan bantuan bahan makanan dan 12 ton obat untuk para korban.

JK juga memerintahkan Sofjan Jalil dengan menggunakan pesawat pribadinya segera pulang ke daerah kelahirannya itu, guna mencari tahu sejauh mana kondisi masyarakat.

"JK siap mengabil konsekuensi atau resiko apapun dalam kondisi genting saat itu," tambah Nurbaiti.

Hal serupa juga dikatakan Tarmizi, tokoh masyarakat Kabupaten Pidie. Menurutnya kesediaan JK bersama masyarakat Aceh untuk menghadiri peringatan tsunami ke-15 nanti, dapat terhibur para keluarga korban. Apalagi mereka menganggap JK sebagai bapak bangsa yang sangat berjasa dan mampu mengayomi rakyat Aceh saat banyak anggota keluarga hilang tersapu tsunami.

Warga di provinsi paling barat Indonesia juga mengharapkan dalam rangka hening cipta terhadap korban tsunami itu ada kepulangan tokoh-tokoh masyarakat Aceh lainnya dari luar daerah. Antara lain adalah Surya Paloh dan Sofjan Djalil. Pasalnya Surya Paloh dianggap berjasa mengimbau donatur dalam negeri dan masyarakat dunia internasional untuk membantu korban tsunami dalam berbagai bentuk.

Pemilik Media Group itu tidak henti menginformasikan musibah tsunami Aceh di Metro TV, Media Indonesia dan Lampung Post saat itu. Pemberitaan tersebiuy menggugah masyarakat dunia untuk segera mengerahkan bantuan ke Aceh.

"Saya sangat mengagumi Surya Paloh, yang sangat peduli dengan kondisi masyarakat Aceh baik saat musibah tsunami hingga sekarang. Beliau putra Aceh yang lahir untuk Indonesia. Hingga setatus tahun kedepan tidak mudah melahirkan putra Aceh se level Surya Paloh" tegas Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud.

baca juga: Aparat Gabungan Periksa Kendaraan Masuk Jakarta

Adapun Muhammad Haiqal, siswa kelas 12 (III) Sekolah Sukma Bangsa (SSB) > Pidie, meminta panitia penyelenggaraa upacara peringatan 15 tahun tsunami Aceh, supaya mengundang Jusuf Kalla, Surya Paloh, Sofjan Djalil dan tokoh-tokoh Aceh lainnya. Apalagi tiga tokoh besar itu selain berjasa semasa rehab rekon memulihkan kembali pasca tsunami, juga memiliki hubungan emosional. Mereka merasa terpanggil untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Serambi Mekkah. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More