Minggu 20 Oktober 2019, 03:45 WIB

Perguruan Tinggi Dorong Kualitas SDM

(Aiw/H-1) | Humaniora
Perguruan Tinggi Dorong Kualitas SDM

ANTARA/DIDIK SUHARTONO
INOVASI MAHASISWA: Mahasiswa memperagakan inovasi pembangkit listrik yang diberi nama Raja Singa, di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag)

 

Perguruan Tinggi dan Riset Dorong Pengembangan Kualitas SDM

TAICING: Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya merupakan amanat konstitusi untuk mewujudkan kemajuan dan kemandirian bangsa. Indonesia ke depan harus diisi warga negara yang berpendidikan dan unggul.

DI era globalisasi ini, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu bagi suatu bangsa untuk memenangi persaingan kehidupan yang semakin kompetetif. Hal itu juga sudah dibuktikan, bagaimana negara tetangga, Singapura, yang meski minim sumber daya alamnya, namun indeks kualitas manusianya tinggi, sukses menjelma menjadi negara modern dan maju. Tentu saja diikuti tingkat kesejahteraan yang tinggi pula. Jepang, negara-negara Eropa juga bisa dijadikan contoh arti strategis dari pentingnya kualitas SDM suatu negara untuk terus ditingkatkan.

Untuk itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sejumlah program.

Dirjen Belmawa Kemenristek-Dikti Ismunandar mengungkapkan dalam lima tahun terakhir pihaknya telah menjalankan program utama yakni meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi.

"Akses diperluas sehingga persentase penduduk Indonesia usia kuliah (19-23 tahun) yang menikmati pendidikan tinggi naik dari 29,9 (2014) menjadi 35,8% (2019). Program ini juga meliputi pemberian bantuan pada mahasiswa keluarga kurang mampu melalui Bidikmisi," kata Ismunandar di Jakarta.

Dalam lima tahun terakhir ini, total dana Bidikmisi yang telah disalurkan pemerintah (2014-2019) mencapai Rp19,4 triliun. Sebagai kelanjutan program Bidikmisi yakni pemberian KIP Kuliah periode mendatang akan ditingkatkan hingga lebih dari 300%. Sehingga penerima baru (KIP Kuliah) diperkirakan sebanyak 400 ribu mahasiswa. "Tahun 2020 direncanakan jumlah mahasiswa yang dibantu KIP Kuliah akan mencapai angka 820 ribu," imbuhnya.

Selain melalui program Bidikmisi, peningkatan akses juga dilakukan dengan mendorong pembukaan prodi-prodi kekinian yang dibutuhkan, seperti ekonomi digital, data science, supply chain, dan artificial intelligence, serta meningkatkan kuota prodi-prodi di perguruan tinggi. Dengan demikian kesempatan masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi semakin besar.

Di sisi lain, peningkatan mutu dan relevansi dilakukan dengan mendorong perguruan tinggi untuk melakukan reorientasi kurikulum agar sesuai dengan tuntutan era disrupsi saat ini. Tidak kalah pentingnya meningkatkan bakat-minat dan organisasi mahasiswa, penelusuran data alumni, hubungan dengan dunia usaha dan industri, serta pembekalan soft skill.

Diakui tantangan dalam peningkatan SDM di era disrupsi seperti saat ini memang cukup besar. Pemerintah dalam hal ini Kemenristek-Dikti bersama perguruan tinggi terus berupaya menghasilkan lulusan yang berkualitas dan tidak tergantikan otomatisasi.

"Secara umum upaya-upaya ini akan terus dilanjutkan, secara khusus untuk peningkatan akses dan mutu akan didorong lebih intensif pemanfaatan IT dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran," tuturnya.

"Kata kuncinya ialah pemahaman lulusan di bidang ilmunya sehingga mampu memecahkan masalah baru, kemudian lulusan ini melengkapi diri dengan literasi baru (literasi data, teknologi, dan kemanusiaan). Terakhir, bagaimana lulusan harus mau menjadi pembelajar seumur hidup, zaman seperti masa lalu kuliah untuk bekal 20-30 tahun di dunia kerja sudah berakhir. Orang harus mau selalu kembali belajar untuk up-skill atau re-skill," jelasnya.

Ekosistem riset

Visi Indonesia Maju dari Presiden Joko Widodo mensyaratkan perlunya penyiapan SDM unggul sebagai elemen penting dalam percepatan pembangunan bangsa. Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang getol menyiapkan ekosistem riset.

"LIPI dengan serius menyiapkan ekosistem riset melalui manajemen talenta unggul, penyediaan infrastruktur riset yang terbuka untuk kolaborasi, juga penajaman fokus bidang riset," ujar Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.

Beberapa upaya penciptaan ekosistem riset yang dilakukan LIPI antara lain program pascasarjana by research, program post-doctoral, infrastruktur terbuka untuk semua kalangan, pelibatan sektor industri dalam kegiatan riset, juga deregulasi dan debirokratisasi.

Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono, program pascasarjana by research merupakan program pendidikan S2 dan S3 tanpa meninggalkan tugas pekerjaan di LIPI.

Program ini sudah diinisiasi sejak 2018 lalu, khusus untuk civitas academica LIPI. Rencananya, ke depan program ini juga akan dibuka bagi peserta non-LIPI.

"Saat ini LIPI sudah bekerja sama dengan ITB, UI, UGM, IPB, dan UNPAD untuk melaksanakan program ini," tutur Agus. LIPI juga melakukan rekrutmen diaspora dari berbagai negara dengan mengajak anak negeri lulusan berbagai universitas di dunia bergabung ke LIPI dan bersama-sama membangun iptek Indonesia.

Upaya itu semua membutuhkan dukungan infrastruktur riset yang lengkap dan berskala nasional. Adapun beberapa infrastruktur yang sudah selesai dibangun yakni fasilitas riset laboratorium CPOTB (cara pembuatan obat tradisional yang baik), fasilitas riset laboratorium Biosafety Level (BSL)3, fasilitas riset material untuk energi, produksi biomaterial terintegrasi, fasilitas riset high performance computing untuk riset big data, fasilitas startup, dan lainnya.

"Setelah infrastruktur riset ini dipenuhi, kami bisa menagih output kepada para peneliti. Kami sengaja memasang target yang relatif tinggi kepada mereka agar mereka terpacu untuk maju," pungkasnya.(Aiw/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More