Minggu 20 Oktober 2019, 09:00 WIB

Unhan Wadah Sipil dan Militer Belajar Ilmu Pertahanan

Unhan Wadah Sipil dan Militer Belajar Ilmu Pertahanan

Dok. Unhan
Letnan Jenderal TNI Dr Tri Legionosuko SIP MAP Rektor Unhan

 

UNIVERSITAS Pertahanan Indonesia (Unhan) merupakan perguruan tinggi milik pemerintah yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi di bidang pertahanan dan bela negara. Bila memenuhi syarat, Unhan dapat menyelenggarakan pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Unhan berdiri pada 11 Maret 2009, tujuannya menghasilkan calon pemimpin sipil militer yang profesional, inovatif, dan memiliki nilai-nilai perjuangan, serta kejuangan yang mampu menyinergikan kebutuhan kesejahteraan masyarakat dengan kepentingan pertahanan dan bela negara.

Para alumni Unhan diharapkan memberi sumbangan ilmu pengetahuan dalam kebijakan, manajemen, strategi, dan teknologi pertahanan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka pun diharapkan menghasilkan karya pengetahuan empiris, teori, konsep, metodologi, model, sistem kerja terbaru, serta kapasitas pertahanan dalam kerangka pengelolaan sistem pertahanan negara.

Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI Dr Tri Legionosuko SIP MAP mengatakan, dinamika perkembangan lingkungan strategis yang menghadirkan kompleksitas ancaman di masa depan mendorong pemerintah mendirikan Unhan yang mempelajari rumpun ilmu pertahanan. Hasil yang ingin dicapai, yaitu lahirnya kader intelektual bela negara yang menjadi think tank dalam merumuskan dan menyempurnakan sistem pertahanan negara yang mampu beradaptasi, fleksibel, dan andal.

Rektor Unhan menyebutkan, program pascasarjana (S2) dan doktoral (S3) Unhan memperoleh beasiswa dalam bentuk tuition free. Mahasiswa akan menerima akomodasi, makan tiga kali sehari, pakaian, dan uang saku. Lokasi perkuliahan S2 di Kampus Bela Negara di Kompleks IPSC Sentul, sedangkan perkuliahan S3 di Kampus Unhan terletak di Salemba, Jakarta Pusat.

Unhan ditargetkan pada 2024 menjadi universitas berstandar kelas dunia (world class university). Gedungnya berdiri di lahan seluas sekitar 30 hektare lengkap dengan fasilitas representatif meliputi perkantoran, perkuliahan, sarana olahraga, mes, guest house dosen, berdampingan dengan enam institusi lain.


Kerja sama

Unhan menjalin kerja sama, baik akademik maupun nonakademik dengan perguruan tinggi atau lembaga lain dari dalam maupun luar negeri.

Beberapa kegiatan yang dilakukan sivitas akademika berupa pengabdian kepada masyarakat dan sosialisasi tentang bela negara ke sekolah sekitar kampus. Programnya bernama Unhan Mengajar serta pelatihan tanggap bencana ke daerah yang rawan bencana, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Terdapat pula Parade Cinta Tanah Air bagi pelajar setingkat SLTA melalui berbagai lomba untuk meningkatkan semangat bela negara. Ada juga kuliah kerja dalam negeri (KKDN) berupa mengunjungi wilayah yang menjadi objek penelitian sekaligus melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui seminar dan penyuluhan.
Selain KKDN, Unhan melaksanakan program kuliah kerja luar negeri (KKLN) dalam bentuk perkuliahan dan penelitian dengan objek tertentu. KKDN dan KKLN semakin memperkaya pengetahuan mahasiswa yang selanjutnya akan diseminarkan dalam bentuk seminar hasil KKDN dan KKLN.

Unhan melaksanakan seminar nasional dan internasional dengan menghadirkan para ahli di bidangnya untuk memperdalam rumpun ilmu pertahanan. Seminar internasional yang sukses diselenggarakan dengan menghadirkan para pakar pertahanan dunia, semisal Indonesia International Defense Science Seminar dan International Conference in Defense and Security.

Dalam hal penelitian atau riset, Unhan terus berupaya meningkatkan kualitas riset di tengah kegiatan akademik. Indikatornya ialah semakin banyak mahasiswa dan dosen/peneliti Unhan yang menerbitkan penelitian mereka dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional yang terakreditasi. (S3-25)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More